Makanan Khas Korea Selatan

 

Image

 

 

 

 

Jenis Makanan Korea

Sebagian besar makanan Korea terdiri atas sajian yang sederhana seperti makanan yang disimpan dalam waktu lama, serta dikenal berasa kuat dan pedas. Banyak sajian banchan dibuat dari fermentasi, menghasilkan rasa pedas, kuat dan asin.

 

 

Masakan Daging

  • Bulgogi (불고기): potongan daging sapi yang dipanggang dengan kecap, minyak wijen, bawang putih, bawang bombai dan lada hitam. Bulgogi berarti “daging api”. Variasinya: daging babi (dwaeji-bulgogi), ayam (dak-bulgogi), dan sotong (ojingeo-bulgogi).  Image
  • Galbi (갈비): daging iga babi atau sapi yang dipanggang dengan arang dan dibumbui. Potongannya lebih tipis dari bulgogi dan disebut sebagai Barbeque ala Korea. Variasi: dari ayam disebut dakgalbi, jokbal atau kaki babi yang disajikan dengan saus kerang asin. Image
  • Samgyeopsal (삼겹살): daging perut babi yang dipanggang tanpa/dengan bumbu seperti cara memanggang galbi. Image
  • Hoe : makanan laut mentah yang dicelupkan dengan saus cabai (gochujang) atau dengan kecap asin ditambah wasabi, lalu dimakan dengan daun selada. Image
  • Sannakji atau Gurita hidup. Sannakji yang dimakan mentah biasanya masih hidup di atas meja. Image
  • Makchang (막창): jeroan babi panggang yang disajikan seperti samgyeopsal dan galbi. Makanan jenis ini khas Daegu dan propinsi Gyeongsang. Image
  • Gobchang (곱창): sama dengan makchang, namun dengan jeroan babi atau sapi muda. Image

 

 

Makanan Kerajaan

  • Gujeolpan (구절판): berarti “piring yang terbagi sembilan”, makanan ini terdiri atas beberapa jenis sayuran dan daging yang disajikan dalam lapisan pancake. Gujeolpan biasa disajikan saat perayaan atau acara tertentu seperti pernikahan atau acara ulang tahun dalam tradisi Korea. Image
  • Sinseonlo (신선로): lasagna sayuran dan daging gaya Korea. Image

 

 

Sup dan Makanan Berkuah

  • Budae Jjigae (부 대찌개, “sup militer”): sehabis perang Korea, daging sangat langka, jadi orang-orang memanfaatkan kelebihan makanan dari basis militer tentara AS, seperti hot-dog dan ham kaleng dan memasaknya dalam sup tradisional. Budae jjigae sangat terkenal di Korea Selatan dan sering dimasak bersama ramyon (mi instan). Image
  • Deonjang Jjigae (된장 찌개): sup pasta kacang kedelai, disajikan sebagai hidangan utama/disajikan bersama hidangan daging. Isinya bervariasi dari sayuran, tahu, kerang, udang, ikan dan sebagainya. Image
  • Cheonggukjang Jjigae (청국장찌개): sup yang dibuat dari pasta kacang kedelai fermentasi yang berbau menusuk.                                                  Image
  • Gamjatang (감자탕, “sup kentang”): sup pedas tulang babi, dengan sayuran dan kentang. Image
  • Haejangguk (해장국): sup tulang babi dengan sayuran, kol kering, dan puding darah sapi. Cerita menyebutkan bahwa makanan ini ditemukan oleh sebuah restoran di Jongno (Seoul) setelah berakhirnya Perang Dunia II. Image
  • Janchi Guksu (잔치국수): mie yang disajikan dengan rumput laut, kimchi, telur dan sayuran. Image
  • Jeongol (전골) : sup tradisional yang pedas, isinya terdiri dari makanan laut dan sayuran. Image
  • Kimchi Jjigae (김치찌개): Sup yang terdiri dari isi kimchi, daging babi/sapi. Sering dijadikan sebagai santap siang atau sebagai hidangan sampingan makanan daging-dagingan. Disajikan dalam panci batu dan masih mendidih saat tiba di meja. Image
  • Mae-woon tang (매운탕): sup ikan pedas. Image
  • Samgyetang (삼 계탕): sup yang terbuat dari daging ayam utuh yang diisi ginseng, hedysarum, nasi manis, jojoba, bawang putih & kacang berangan. Samgyetang populer dikonsumsi sebagai sumber nutrisi pada musim panas, dimana warga Korea kehilangan banyak energi karena cuaca panas. Image
  • Seolleongtang (설렁탕): sup kaki sapi yang dimasak sampai 10 jam lebih sampai berwarna putih susu. Biasa disajikan dalam semangkuk mie dan potongan daging sapi. Image
  • Sundubu Jjigae (순두부 찌개): sup tahu (dubu) pedas. Image

 

 

Nasi Campur

  • Bibimbap (비빔밥, “nasi campur”): makanan khas kota Jeonju, yaitu nasi yang dicampur berbagai macam sayuran, daging sapi, telur, dan gochujang. Variasi: dolsot bibimbap (돌 솥 비빔밥), bibimbap yang disajikan dengan panci batu panas. Yukhoe bibimbap adalah bibimbap dengan daging sapi cincang mentah (yukhoe), ditambah telur mentah di atasnya. Bibimbap dimakan setelah nasi dan lauk diaduk dengan sendok hingga tercampur. Image
  • Hoedeopbap 회덮밥): potongan ikan mentah yang dicampur dengan sayuran, nasi dan gochujang.Image

 

 

Banchan (lauk pauk)

  • Kimchi: sayuran (biasanya dari kubis, sawi, lobak putih, atau ketimun) yang difermentasikan dengan bahan rempah seperti jahe, bawang putih, bawang bombai dan bubuk cabai. Terdapat banyak variasi berdasarkan cara membuat di masing-masing rumah tangga.Image
  • Kongnamul (콩나물): Kecambah yang dikonsumsi dengan banchan yang direbus atau dibumbui. Variasinya: kongnamul-bap (kecambah dengan nasi), kongnamul-guk (sup kecambah),dan kongnamul-gukbap (nasi dengan sup kecambah). Image

 

 

Mie

  • Naengmyeon (냉 면; Korea Utara: 랭면, Raengmyŏn; “mie dingin”): mie khas Pyeongyang yang biasa dikonsumsi pada musim panas. Terdapat banyak jenisnya, umumnya mie tipis yang terbuat dari tepung buckwheat (jenis gandum), dihidangkan dengan kuah tulang sapi, ditambah macam-macam bumbu, sayuran, telur rebus dan daging sapi. Naengmyeon jenis ini disebut juga mul naengmyeon (naengmyeon air) untuk membedakannya dengan Bibim Naengmyeon, yang tidak berkuah, namun dicampur dengan gochujang yang pedas lalu dililit seperti sate. Variasi lainnya adalah mulhoe naengmyeon atau naengmyeon dengan makanan laut. Image
  • Japchae (잡채): tumisan dangmyeon. Dangmyeon (bihun) terbuat dari tepung kentang, lalu dimasak dengan sayuran, daging sapi dan bumbu rempah-rempah, kadang-kadang juga divariasikan dengan tambahan makanan laut contohnya haemul japchae (japchae gurita). Image
  • Jajangmyeon ‘nae nampyeon favorite noodle‘(자 장면): mie saus kacang kedelai hitam yang sangat digemari di Korea. Asalnya adalah mie khas Beijing (RRT) yang diadaptasikan dengan cita rasa Korea.                         Image
  • Kalguksu (칼국수): mie tipis dengan kuah ikan tuna dan sayuran. Image
  • Ramyeon (라면): mie ramen khas Korea, namun agak berbeda dengan ramen dari Jepang. Ramyeon Korea dapat pula berarti mie instan yang dijual kemasan. Ramyeon dimasak dengan kuah yang sangat pedas dan biasanya ditambah sayuran, daging atau kimchi.Image

 

 

Makanan Ringan

Di Korea, makanan ringan dijual di gerobak-gerobak pinggir jalan di siang dan malam hari. Pada malam hari pedagang makanan mendirikan tenda-tenda kecil yang menjual makanan ringan, minuman dan soju.
 
  • Gimbap (nasi rumput laut, 김밥) sangat mudah dibuat. Terbuat dari nasi yang dibalut rumput laut kering (Kim), isinya bervariasi dari sayur-sayuran, telur goreng, ikan, daging, sosis, dan biji-bijian. Variasi isi gimbap lainnya: tuna, keju, bulgogi dan sebagainya.Image

Buchimgae atau Jeon adalah jenis kudapan yang dibuat dari kimchi atau makanan laut yang dicampur dengan adonan tepung dan digoreng menjadi seperti pancake. Variasi:

  • Pajeon (파전): pancake yang terbuat dari campuran telur, tepung, bawang bombai, dan kerang. Image
  • Bindaetteok (빈대떡): pancake yang terbuat dari campuran kacang hijau, bawang bombai, dan kimchi.                            Image

 

 

Bungeo-ppang/Gukwa-ppang/Gyeran-ppang

  • Bungeoppang (붕어빵; “roti ikan mas”) adalah jenis kue panggang yang diisi dengan pasta kacang merah dengan cetakan berbentuk ikan. Image
  • Gukhwa-ppang (국화빵) hampir sejenis dengan bungeoppang, namun berbentuk bunga.Image
  • Gyeran-ppang (계란빵) adalah kue panggang yang berbentuk persegi/lingkaran. Jenis-jenis ppang ini biasa dijual di pedagang kaki lima.Image

 

 

Makanan ringan lainnya

  • Ddeokbokki (떡 볶이): kue beras yang direbus dengan saus pedas gochujang.Image
  • Ho-tteok (호떡) : sejenis pancake, namun diisi dengan bahan sirup seperti gula merah, madu, kacang parut dan kayu manis. Hotteok biasa dijual pada saat musim dingin untuk menghangatkan tubuh.                                 Image

 

Anju (Makanan Sampingan & Minuman Keras)

  • Anju (안 주) adalah istilah umum untuk makanan sampingan yang dikonsumsi bersama minuman beralkohol (soju). Biasanya disajikan di bar-bar, noraebang dan restoran-restoran yang menyajikan minuman keras. Cumi rebus dengan saus gochujang, dubu kimchi, odeng/ohmuk, gimbap, samgagimbap (onigiri khas Korea), sora, dan nakji (gurita kecil) adalah beberapa contoh makanan yang dihidangkan sebagai anju. Jenis anju lainnya adalah soondae, samgyeopsal, dan dwejigalbi. Sebagian besar makanan Korea disajikan sebagai anju, namun berbeda dengan banchan.Image

 

Hidangan Penutup (Dessert)

  • Tteok (떡): kue yang terbuat dari tepung beras (메 떡, metteok), nasi ketan yang ditumbuk (찰떡, chaltteok), atau nasi ketan tanpa ditumbuk (약식, yaksik). Tteok dapat disajikan dingin, diisi atau dilapisi dengan pasta kacang hijau manis, pasta kacang merah, kismis, biji wijen, kacang merah yang dihaluskan, labu, kacang atau madu.Image
  • Songpyeon (송편): kue beras lembut yang disajikan pada hari raya Chuseok (Festival Panen). Seongpyeon dapat berisi madu, manisan atau kacang merah.Image
  • Yaksik (약식) kue yang dibuat dari beras manis, kacang chestnut, kacang cemara, dan jujube. Image
  • Chapssaltteok (찹쌀떡): sama dengan mochi, yaitu variasi tteok yang diisi dengan pasta kacang manis.                                              Image
  • Hangwa (한과): paket kue tradisional yang berisi kue-kue, tepung biji-bijian, madu, yeot, buah-buahan atau akar-akaran yang dapat dimakan. Image
  • Yugwa (유과): kue beras yang digoreng.                               Image
  • Maejakgwa (매작과): kue berbentuk cincin yang terbuat dari campuran tepung, minyak sayur, kayu manis, jahe, jocheong dan kacang cemara. Image
  • Patbingsoo (팥빙수):

    Makanan ringan ini pertama kali dikenal sebagai es serut kacang merah manis (팥, pat) yang dijual di pedagang kaki lima. Pada zaman dahulu maupun saat sekarang, patbingsu adalah makanan yang sangat digemari, dengan variasi tambahan ice cream dan yoghurt dingin, susu kental manis, sirup buah, buah-buahan seperti strawberry, pisang, kue beras tteok, agar-agar kenyal dan remah-remah sereal.

    Image

 

Minuman

Minuman non alkohol

Teh Korea: Terdapat bermacam-macam jenis minuman berdasarkan daerahnya. Sebagian besar bahan teh Korea bukanlah dari daun tanaman teh, melainkan bahan-bahan alami lain seperti beras, rempah-rempah, gandum, atau buah-buahan. Penghasil teh hijau terbesar di Korea adalah kota Boseong.

Image

Sikhye

 

  • Insam cha (인삼차) – teh ginseng
  • Saenggang cha (생강차) – teh akar jahe
  • Sujeonggwa (수정과) – sari buah kesemek
  • Sikhye (식혜) – sari nasi manis
  • Yujacha (유자차) – teh buah yuzu
  • Boricha (보리차) – teh dari barley (jenis gandum) yang dipanggang
  • Oksusu cha (옥수수차) – teh dari jagung yang dipanggang
  • Hyeonmi cha (현미차) – teh dari beras yang dipanggang
  • Sungnyung (숭늉) – sari beras/nasi yang dihanguskan

 

Minuman Beralkohol
 
Arak Korea
 
Minuman keras khas Korea (arak; ju/sul) yang paling umum adalah soju (소주). Terdapat lebih dari 100 jenis minuman berakohol seperti produk bir atau arak yang dikonsumsi warga Korea. Jenis-jenisnya: Bir:
  • Cass, Hite, Hite Prime, Hite Prime max, Cafri, OB Lager Beer dan sebagainya, serta Taedonggang (대동강) yang merupakan bir produksi Korea Utara.
Jenis-jenis arak:
  • Soju adalah arak yang dibuat dari beras/gandum atau kentang yang difermentasikan dengan kadar alkohol 22% ABV. Sebagian besar warga Korea sangat gemar minum soju. Image
  • Yakju adalah jenis lain yang dibuat dari beras fermentasi, jenis yang paling terkenal adalah cheongju.                                                                                       Image
  • Takju adalah jenis arak kental, jenis yang paing terkenal ialah makgeolli (막걸리), arak putih susu yang terbuat dari beras.Image

 

Anggur Korea terbuat dari sari-sari buah dan tanaman herbal seperti dari akasia, ginseng, plum maesil, mogwa, cherry, buah cemara, dan buah delima. Anggur Majuang adalah minuman yang terbuat dari campuran buah anggur Korea dengan buah anggur Prancis atau Amerika.

 

 

 

Sebenernya saya cuma mau kasih tahu aja tentang makanan-makanan khas korea yang skarang pasti lagi dicari dan diminati banyak orang (gara-gara demam K-Pop deh pasti) jadi sekarang mumpung lagi ada waktu googling (sebenernya diantara tugas yang bejibun banyaknya siyh *ga ada yg nanya jg, lusiiii*) akhirnya saya cari-cari tahu deh soal makanan-makanan khas negeri ginseng. Meskipun ada beberapa yang nggak saya masukin (termasuk Soondae, yang kemaren pas tahu udh langsung sukses bikin saya mual dan pengen muntah <karna dibuat dari darah babi & sapi *kalo di indo, mungkin sejenis Marus*> jadi saya skip) Selamat melihat-lihat dan ngiler pengen makan, chingudeul…. hehehe

The Box from USA ^_^

Image

 

 

YAYYY!!! Finally the box came!! I got many presents from my bestie Pamela Esparza. She is an American who lives in San Antonio, Texas. Thank you so much for the gift! I really like it ^^

For the first time, Pam (her nickname) just asked me to choose one of hoodie that She wanted to buy too. And after I choose the best one (but finally it totally changed haha) she told me that she would be send the hoodie to Indonesia for me. awwwww I was so happy at that time!!

But I didn’t know if few days before she sent the box, she told that she added few inside! I just thought that I would be get one more than hoodie but I received many things inside the box! haha…

Image

 

The unbelievable is this one: Eyeshadow!!

Image

I just thought to buy new eyeshadow when I go back to school but I received it from Pam!! Thank youuuu….:)

And when I looked at the others, I also found the book note of High School Musical!!

Image

The trilogy of High School Musical are my favorite movies when I was at high school!! ^^ and Sharpay Evans could make me laugh ^^

 

But I felt strange of this one because there is no one here in Indonesia haha

Image

When I hadn’t read yet, I thought that was a wax! hahaha 😀

And of course, the special one is the sweater! I really like it and the size is absolutely CORRECT!! ^_^

Image

That was not my first choice because I changed my perspective about three times before I choose this one!! but I really like it^^

And there is also another special thing that I got, the card! I smiled when I read the sentence on the envelope! Pam wrote “Don’t open if you are not Lusi!” 🙂

Image

I directly thought about one story I read that Choi Siwon becomes the cast, there was a part when the girl opened Siwon’s Diary and when she opened the first page, she read “Don’t open it if you are not Choi Siwon”. You both are connected! hahaha

And inside the card, I found out the great quote of friendship ^^

Image

But I won’t show the sentences you wrote by yourself, Pam! hahaha

 

And last but not least (?) I really want to thank God that I have so many great friends outside my country who totally care of me! And Pamela is one of them! You are not only friend and best friend, but also my sister who I really love. Thank you so much you’ve become my wonderful friend these 2 years and once again thank you for the box^^ I really hope that one day we can meet… Love ya Pam :*

Colourful World – Bab 5

Bab 5

                                                                                    Erishia Yang Menghilang

“Laura, kenapa sekarang Erish sangat sulit dihubungi?” pertanyaan itu langsung dilontarkan Ingrid ketika Laura bertandang kerumahnya di New York.

Hari ini Ingrid sengaja mengundang sahabat-sahabatnya untuk pesta barbeque dirumahnya untuk merayakan terpilihnya ia sebagai brand ambassador Louis Vuitton.

“Mmmm aku juga kemaren telepon Kak Erish, tapi kayaknya dia lagi bad mood. Waktu baru terima teleponku, dia langsung bilang, ‘Laura, teleponnya nanti ya. Kak Erish lagi capek,’. Hhhh ngeselin,” Laura terlihat dongkol sekarang menyadari tingkah laku Erish yang diluar kebiasaan.

“Iya. Aku juga bermaksud mau kasih tahu dia soal ini. Kalian tahu apa tanggapannya? ‘Selamet deh. Sorry, aku sibuk,’. Terus dia langsung tutup teleponnya,”

“Memang Erish sampai separah itu ya?” tanya Rachel.

“Aku juga nggak nyangka, Rachel,” Laura menggelengkan kepalanya pelan.

“Sebenarnya Erish lagi punya masalah apa, sih?” Rachel bertanya lagi.

Laura dan Ingrid sontak menggelengkan kepalanya bersamaan, tanda mereka juga tak tahu apa-apa. Sementara itu, Amanora sudah siap melancarkan misil berangnya.

“Kita harus tanya langsung ke dia! Apa sebabnya dia dengan tiba-tiba cuek sama kita? Apa dia nggak bisa menghargai sahabatnya sendiri?!” Amanora mulai naik pitam.

“Amanora, udah deh. Nanti aku yang akan cari tahu kenapa Kak Erish jadi kayak gini. Aku percaya, Kak Erish pasti punya alasan yang jelas. Jadi kita jangan men-judge dia dulu sebelum kita tahu hal yang sebenarnya. Kamu bisa kan, Amanora?” Laura memandang sambil terlihat memohon pada Amanora, sahabat yang juga calon kakak iparnya itu.

Amanora mengangguk tanda menyetujui permintaan Laura dan langsung terlihat pergi menghampiri adik perempuan Ingrid yang sedang sibuk menyiapkan panggangan untuk barbeque.

***

Laura masih berjalan mondar-mandir dikamarnya saat jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Ia berpikir, pasti di Indonesia sekarang sudah pukul 3 sore. Tapi, ia belum juga memutuskan untuk menghubungi Erish atau tidak.

“Halo, selamat sore?”

“Iya, sore. Cari siapa?” tanya wanita diujung telepon.

“Mami Jenny ya? Ini Laura, Mi,” ucap Laura.

“Astaga, Laura. Apa kabar, sayang? Gimana LA?” tanyanya lagi.

“LA sih baik-baik aja, Mi. Tapi akunya yang lagi bingung,” jawab Laura pada wanita yang merupakan ibunda Erishia itu.

“Ada apa, Laura? Kamu mau ngomong sama Kak Erish ya sayang? Kak Erish nggak ada. Dia lagi latihan dance,” ucap Mami Jenny.

“Enggak, Mi. Aku nggak cari Kak Erish. Aku malah lagi bingung sama dia. Akhir-akhir ini Kak Erish sering banget bad mood kalau aku atau yang lain telepon

dia. Pasti jawaban Kak Erish selalu lagi capek,” ungkap Laura.

“Denger Mami, Laura. Bukan hanya kamu, Rachel, Ingrid, dan Amanora yang bingung sama Kak Erish. Mami, Papi, Kak Ronald, Kak There, bahkan Xavi, juga sama. Mami nggak nyangka, hubungan Kak Erish dan Daniel malah buat dia berubah dan…”

“Daniel? Hubungan? Maksud Mami apa? Siapa Daniel?” Laura memotong pembicaraan Mami Jenny.

“Kamu nggak tahu, sayang?”

“Aku nggak tahu apa-apa, Mi. Emang kenapa?”

“Kak Erish pacaran sama Daniel, seorang Eksekutif Muda yang cukup sukses dikantornya. Tapi Mami juga nggak tahu, apa yang udah dilakuin Daniel sampai Kak Erish bisa berubah kayak sekarang,” jawab Mami Jenny jelas.

Laura terdiam. Jadi ini penyebabnya? Meski masih ada juga pertanyaan besar dibenak Laura. Seperti yang sudah dikatakan Mami Jenny, apa yang dibuat Daniel hingga Erish berubah? Laura berpikir, tidak mungkin hanya karena menjalin suatu hubungan dengan someone special, seseorang bisa berubah. Laura membandingkan dengan dirinya sendiri. Sejak bersama Valder, ia sama sekali tidak pernah memiliki masalah dengan sahabat-sahabatnya, apalagi keluarganya sendiri.

“Laura? Laura, kamu masih disitu, sayang?” pertanyaan Mami Jenny mengejutkannya.

“Eh iya, Mi.”

“Laura, Mami mau minta tolonmg sama kamu,”

“Minta tolong apa, Mi?”

“Kak Erish, Laura. Mami mau anak Mami yang dulu. Erishia yang ceria. Kamu coba hubungi Kak Erish ya sayang. Kamu ngomong baik-baik sama dia, biar dia ngerti,” pinta Mami Jenny.

“Tapi itu nggak mungkin, Mi. Kak Erish aja jarang mau terima teleponku,”

“Tolong Mami, sayang. Kalau sama Mami, Nanti yang ada malah ribut. Mami nggak mau itu terjadi,”

”Nanti aku akan berusaha coba, Mi. Tapi aku nggak bisa janji,”

“Iya sayang, Mami ngerti. Makasih ya,”

“Mami, udah dulu ya. Aku harus tidur. Udah jam setengah 2 pagi, nih. Besok siang aku harus latihan untuk konser besoknya lagi di Detroit. Do’ain konserku lancar ya, Mi?”

“Pasti Mami do’ain. Selamat tidur and have a nice dream,”

“Thanks, Mi,”

***

Setelah konser, Laura menghubungi Amanora yang sedang berleha-leha di ruang tamu apartemennya. Ia hendak minta izin untuk datang kesana bersama Rachel dan Ingrid.

“Amanora, kamu nggak sibuk, kan?” tanya Laura.

“No. Why?”

“Gini loh, aku mau cerita tentang Kak Erish. Gimana kalau di apartemenmu?”

“Aku sih ok-ok aja. Berarti kamu ke New York, dong?”

“Iya. Oh ya, tolong kasih tahu Ingrid dan Rachel juga ya?! Aku takut nggak sempet hubungi mereka karena sekarang aku lagi di perjalanan ke Bandara, langsung terbang ke New York,”

“Ok! I’ll call them and wait for you… See ya!”

Laura langsung mematikan sambungan teleponnya dan beranjak turun dari mobil karena sudah tiba di Bandara Lax. Dan beruntungnya, tepat saat itu juga ada

sebuah pengumuman bergema bahwa pesawat yang menuju New York akan segera

berangkat dalam beberapa menit lagi. Dengan begitu, Laura tak perlu lagi menunggu lama.

Sesampainya di Bandara John F. Kennedy, New York, Laura memutuskan untuk berpisah sementara dengan Allyson, asisten pribadinya.

“Ok, kamu boleh libur selama beberapa hari bersama sahabat-sahabatmu. Tapi setelah itu, mungkin kau akan sangat sibuk,” Allyson mengingatkan.

“Oh… Come on! Aku tahu nanti akan sangat sibuk karena beberapa jadwal harus ditunda, tapi aku nggak mau memikirkannya sekarang. Aku ingin liburan! Dan sebaiknya, kau juga menikmati liburanmu. Nah, sekarang aku harus pergi! Bye Ally…” Laura mengecup lembut kedua pipi Allyson.

“Yeah, enjoy the holiday for few days. Right?!”

“Absolutely yes! Enjoy your holiday!” kata Laura tersenyum sebelum menutup pintu taksinya, meninggalkan Allyson di Bandara sendirian dan memutuskan tujuan liburannya sendiri.

***

Amanora membuka gerendel pintu apartemennya dan mendapati Laura duduk diatas koper-koper bawaannya.

“Oh Laura…” Amanora tersenyum, senang Laura telah datang.

Amanora dan Laura pun berpelukan. Tak lama, Ingrid menyusul keluar dan ikut bergabung.

“Oh ya, aku lupa bilang kalau Ingrid udah ada disini sejam yang lalu,” Amanora memberitahu kemudian, meskipun terkesan sangat terlambat.

“Rachel?” tanya Laura sambil membawa koper-kopernya masuk.

“Oh, entahlah… Dia belum datang. Wine?” Amanora menuju mini bar-nya yang terletak tak jauh dari ruang tamu.

“Iya, aku minta red wine,” Ingrid menyusul Laura.

“Nope, thanks,” Laura menolak karena menyadari belum cukup dewasa untuk minum wine. Ia duduk melemaskan bahu di sofa, “By the way, gimana kalau kita telepon Rachel?”

Ingrid dan Amanora menoleh kearah Laura dan tersenyum. “Great idea!” Amanora langsung mengambil gagang telepon.

“Halo?” jawab Rachel diujung sana.

“Hola Rachel!” ucap Amanora lalu ia mengaktifkan loudspeaker agar Laura dan Ingrid bisa ikut mendengar.

“Hi, dear! Sorry aku belum bisa datang ke apartemenmu sekarang. Mungkin paling cepat lusa aku ada waktu luang. Gimana? Kalian mau menungguku?” Rachel meminta maaf dan menjelaskan alasannya.

Mimik muka Laura, Ingrid, dan Amanora sangat menyayangkan, tapi mereka bisa mengerti kesibukan Rachel.

“Yup. Kita bisa ngerti. Dan kita pasti akan menunggumu datang. Tapi kamu janji harus datang ya?” Ingrid angkat bicara.

“Okay. Aku janji aku pasti datang. Makasih kalian udah mau ngerti. Ow, gawat! Aku harus tampil sekarang, baiklah sampai jumpa ya!” Rachel memutuskan sambungan telepon.

“Well, apa yang akan kita lakukan sekarang?” Ingrid bertanya.

“Pastinya simpan cerita Kak Erish sampai Rachel datang,” ucap Laura.

“Yah, baiklah. Walaupun aku penasaran,” Ingrid memainkan rambutnya.

“Aku juga. Mmmm… Apa rencana kita sebelum Rachel datang?” Amanora duduk disebelah Laura.

“Aha! Aku punya ide bagus sambil menunggu Rachel datang,” cetus Ingrid.

“Apa?” Amanora penasaran.

“Keliling Dunia? Hehe bukan sih, maksudnya cuma ke suatu negara. Liburan ke luar negeri. Gimana?”

“Setuju!” jawab Laura langsung.

“Sangat setuju!” tambah Amanora.

“Ok. Sekarang kita tentukan mau pergi ke negara mana,” Ingrid mulai berpikir.

“Ke Swedia? Lihat Aurora Borealis dengan jelas?” Laura menyampaikan ide yang muncul dalam pikirannya. “Atau Florence, Italia-Kota Seni?”

“Mmmm… Spanyol? Kita berjemur di Barcelonita,” Ingrid tambah bingung, Laura mengernyitkan dahi. Dia tak perlu berjemur!

“Prancis? Shopping baju-baju keren disana,” Amanora mengusulkan, Laura terlihat sangat tertarik.

“Eits, tunggu dulu. Setelah ketemu negara mana yang dikunjungi, aku mau langsung pesan tiket pesawat yang bisa berangkat sore atau malam ini juga. Dan, tentu saja, visa untukmu, Laura,” Amanora memandang sesaat.

Laura menggigit bibir bawahnya. Ini resiko orang yang berpaspor Indonesia! Amanora dan Ingrid yang berpaspor AS pasti tidak memerlukan visa untuk datang ke Eropa, karena sudah bisa dipastikan mereka akan menuju Benua Biru, melihat usulan-usulan negara yang tercetus diatas.

Amanora melanjutkan, “Kita hanya beberapa jam saja disana, jadi taruh koper kalian dikamarku!”

“Ya, bagus juga. Dengan begitu, aku sama Ingrid nggak perlu bantu kamu untuk packing kan?” Laura mengangguk setuju.

“Yeah, karna kalian selalu menjerit melihat koper-koperku!”

“Jadi, mau negara mana yang diputuskan?” tanya Ingrid bingung karena banyak tempat yang masuk daftar.

“Prancis! Kita harus shopping!” ucap Laura lantang dan jelas.

***

Sampai di Paris, mereka langsung menuntaskan misi mulia yang sudah dijunjung sejak di New York: Shopping! Tak perlu ditanya bagaimana cara mereka mendapatkan Visa Schengen untuk Laura. Amanora memiliki rekanan bisnis yang juga bekerja di Konsulat Prancis di New York, jadi Visa untuk Laura bisa didapat dalam hitungan menit.

“Ehmmm… I love it!” kata itu langsung keluar dari mulut Laura ketika ia mencoba jaket sulaman dari brand Guess.

Ingrid tak lupa datang ke Louis Vuitton. Menurut Laura, ini ide bagus. Sebab mereka dapat discount sampai 70%. Mereka hanya punya waktu 10 jam di Paris, karena perjalanan dari New York sudah cukup memakan waktu. Jangan sampai Rachel berada di apartemen Amanora saat mereka belum kembali.

“Jean Paul Gaultier!” Amanora menarik kedua tangan sahabatnya yang sudah mulai dipenuhi shopping bag.

Amanora mencoba blues panjang warna hijau tosca. Tapi Laura dan Ingrid langsung menggeleng bersamaan. Karena tak dapat restu, Amanora akhirnya mengurungkan niatnya membeli blues itu dan akhirnya membeli blues dengan model yang hampir sama berwarna fuschia di butik Stella McCartney, yang sebenarnya berasal dari New York.

Laura juga beruntung. Ia mendapatkan pakaian yang dia inginkan di Moschino. Sepotong camisol hitam yang sangat cantik saat dicobanya.

“Untung saja aku cukup bersabar hingga aku mendapatkan pakaian yang cantik ini,” ucap Laura sambil mengerling kearah Ingrid dan Amanora.

“Ya udah deh cepetan yuk. Waktu kita disini sudah makin sebentar. Memang kamu nggak jadi cari sepatu dan tas? Aku yakin kamu tidak akan melewatkan koleksi terbaru Birkin. Aw, kita juga harus ke Elizabeth Arden! Aku harus mengecek penjualan parfumku di Paris,” ungkap sang party goers menjelaskan.

Laura mengangguk cepat. Benar apa yang Amanora bilang, ia tak ingin melewatkan koleksi tas tangan terbaru dari Hermes Birkin. Belum lagi, Laura juga pasti akan menyesal jika tak membeli sepatu-sepatu cantik Christian Louboutin.

“Aku harus beli jam tangan!” Laura tiba-tiba menjerit ketika ketiganya sudah bersiap melongok koleksi terbaru Gucci dan Givenchy.

“Astaga! Biasa aja. Kita bisa ke mampir Tag Heuer sebelum datang ke Butik Versace dan Roberto Cavalli,” Amanora memberitahu Laura.

“Enggak! Aku mau Roger Dubuis!” Laura menjerit lebih keras lagi.

Amanora memandang ke sekeliling, memastikan para pria dan wanita Prancis tak memperhatikan mereka, “Iya sayang. Okay,” Amanora menarik lengan Laura, sementara Ingrid langsung membuka shopping map-nya untuk mencari dimana letak Roger Dubuis.

***

“How you guys feelin’?” tanya Rachel saat baru masuk kedalam apartemen.

“We’re fine,” Laura mewakili semuanya menjawab pertanyaan Rachel.

“Yeah syukurlah. Kalau sedang mendengar satu masalah, baiknya kita sedang dalam keadaan yang baik,” ucap Rachel sambil melangkah ke kamar Amanora untuk menaruh kopernya.

Rachel terhenti sejenak di daun pintu, “Kalian darimana, girls?”

Laura menepuk jidatnya dan maju menghampiri Rachel, “We are so sorry, Rachel. Saat kamu bilang kamu baru bisa datang hari ini, dua hari yang lalu kita sepakat untuk liburan sambil nunggu kamu datang. Tapi bukan liburan yang sebenarnya kok. Kita cuma 10 jam shopping di Paris,” Laura menjelaskan secara rinci dan tak berbohong sedikitpun.

“Setelah itu kita langsung pulang lagi,”

“Lalu apa masalahnya denganku? Masa kalian liburan harus nunggu aku. Kalau bentrok sama schedule-ku berarti kalian nggak pernah bisa liburan dong? Biasa aja, lagi. Toh suatu hari nanti kita pasti bisa pergi berlibur sama-sama lagi. Secepatnya!”

Laura, Ingrid, dan Amanora mengangguk dan tersenyum lega. Sementara Rachel memulai pembicaraan lagi.

“Okay, sekarang gimana cerita tentang Erish?”

“Laura!!!” ucap Ingrid dan Amanora berbarengan.

“Iya, aku juga tahu. Gini deh, sebenernya masalah Kak Erish cuma satu, dia punya pacar,”

“Apa? Erish punya pacar?” ucap tiga orang itu bersama.

“Aku juga kaget, kok Kak Erish nggak pernah cerita. Malah sekarang dia lagi jadi orang aneh,” Laura menambahkan.

“Miss Perfect punya pacar juga,” Ingrid berucap pelan.

Laura mengerti maksud perkataan Ingrid. Erish memang Miss Perfect. Dia benar-benar menginginkan lelaki yang sangat sempurna dimatanya. Maka tak heran, mereka begitu kaget begitu mendengar Erish sudah memiliki kekasih.

“Laura, kamu harus kasih warning ke dia kalo lebih mentingin pacarnya, persahabatan kita hancur,” Amanora menegaskan pada Laura.

“Jangan!” Laura langsung menolak. “Kalo aku ada diposisinya, aku nggak

mau dihadapkan sama pilihan,”

*

Colourful World – Bab 4

Bab 4

Awal Sebuah Mimpi

Hari pertama setelah menjadi pemenang Miss Singer, Laura diajak oleh beberapa chaperone yang mendampinginya selama karantina ke sebuah ruangan untuk dikenalkan pada tim management-nya.

“Okay, Laura. Mereka semua ini adalah bagian dari management yang akan mendampingi kariermu,” salah seorang chaperone menjelaskan.

“Ini managermu, Larry Johanson. Kamu tahu, dia juga manager untuk Rachel Jean Cartney,” chaperone itu melanjutkan. Laura menjabat uluran tangan Larry lalu saling tersenyum. Larry mengedipkan sebelah matanya. Chaperone itu tak tahu Laura mengenal baik Larry.

Selanjutnya, Laura dikenalkan pada Allyson Bartlet yang didaulat sebagai asisten pribadinya, John Scout sebagai sebagai penata rias, Laurentius sebagai penata rambut, dan terakhir adalah Arcelly Croal sebagai penata kostum. Semuanya berbau ‘pribadi’.

Laura bersyukur ia bisa mendapatkan tim management yang profesional dan bertangan dingin.

Kehidupan baru Laura sebagai Miss Singer dan penyanyi dunia baru dimulai. Ia resmi pindah dari Jakarta dan beralih menjadi ‘warga’ Los Angeles. Laura menikmati hari-harinya dengan berbagai kegiatan dunia selebriti. Untuk urusan sekolah, Laura memilih untuk ‘Home-Schooling’, daripada harus datang ke sekolah setiap hari. Bila ia masuk ke sekolah tiap hari, mungkin jadwal kegiatannya akan kelewat padat. Tapi sekarang, ia dapat mengerjakan tugas sekolah dan mendapatkan bahan pelajaran lewat internet sehingga masih bisa melakukan kegiatannya yang lain. Karena terbiasa untuk bersikap disiplin, Laura dapat menjalankan kegiatannya yang padat dengan baik.

Tiap harinya, Laura sibuk menyanyi di banyak acara, baik di dalam maupun luar negeri. Ia juga datang ke berbagai ajang penghargaan, dan memulai debut aktingnya pada 4 bulan kedepan.

Beberapa bulan setelah acara grand final Miss Singer, Laura datang ke acara bergengsi yang paling banyak dibicarakan di seluruh dunia, Academy Awards atau yang lebih dikenal dengan sebutan Piala Oscar. Disana, Laura banyak bertemu selebriti-selebriti dunia seperti aktor senior George Clooney, Phillip Seymour Hoffman, Danzel Washington, bahkan George Lucas – sang sutradara Star Wars dan Ang Lee – sutradara film Brokeback Mountain. Ada juga Hillary Swank, Reese Witherspoon, Katie Holmes dan Tom Cruise, Kiera Knightley, John Travolta dan Kelly Preston, Orlando Bloom dan sang istri yang juga Victoria’s Secret Angel, Miranda Kerr, Johnny Depp, dan masih banyak lagi.

Baru beberapa langkah berjalan di red carpet, Laura menjadi pusat perhatian, karena ia mengenakan gaun rancangan John Galliano for Christian Dior dengan sangat anggun dan elegan. Tak menyangka Rachel datang dibelakangnya. Mereka saling tersenyum melihat keanggunan masing-masing. Mereka pun sepakat untuk berjalan bersama. Laura duduk disamping Rachel didalam ruang acara. Ia sangat bahagia bisa datang di ajang bergengsi ini. Apalagi dia juga dikenalkan langsung oleh Chris Rock, sang pembawa acara pada seluruh hadirin.

***

Ini sudah menjadi bulan kesekian sejak Laura resmi menyandang gelar Miss Singer. Ia sedang menonton acara TV yang sangat digemarinya, Sex and The City, ditemani Valder yang sengaja datang menjenguk, di apartemen dinas mewahnya di jantung Hollywood saat seorang kru Miss Singer mengontak ponselnya kalau ia harus segera bersiap dalam 3 jam untuk sebuah kunjungan ke Roma, Italia, untuk menghadiri sebuah acara amal Eropa yang ditujukan bagi anak-anak Afrika.

Sekarang inilah kegiatan Laura. Semua jadwal memang sudah tertata rapi sejak jauh-jauh hari. Namun tak menampik kemungkinan jika ada acara-acara mendadak yang mengundangnya.

“Ayo Laura, pesawatnya akan boarding 15 menit lagi,” ucap Allyson di bandara, sesaat setelah Laura sampai disana.

“Iya, tapi koperku ada yang tertinggal di apartemen,” jawab Laura meringis.

Valder yang juga ada disana untuk mengantarkan kekasihnya itu langsung menoleh kearah Laura dengan ekspresi kaget.

“Kok bisa, Laura? Kamu tahu kan setelah dari Roma, kita akan ada konser penting di London?” Allyson terlihat berang.

Valder yang menangkap signal cemas dan ketakutan dari wajah Laura langsung membela, “Tadi dia sangat terburu-buru. Sudahlah, nanti aku yang akan mengambilnya dan mengirim koper itu lewat pesawat berikutnya,”

“Tidak perlu, Valder. Kamu hanya perlu mengantarkan koper itu ke Larry. Dia sekarang masih bersama Rachel, entah dimana mereka. Larry baru akan datang ke Eropa untuk konser Laura di Inggris,”

“Ok, aku akan menghubungi Rachel lebih dulu. Aku janji, koper itu dipastikan akan dibawa Larry ke Eropa,” Valder memandang Laura yang merasa bersalah.

“Okay, thank you, Valder. Aku tunggu di bagian pemeriksaan imigrasi secepat mungkin, Laura,” Allyson berlalu meninggalkan Laura dan Valder berdua.

Valder memeluk Laura, “Hati-hati ya sayang. Jaga diri baik-baik. Jangan pikirkan soal tadi, semuanya akan beres,” Valder senang melihat Laura tersenyum dan segera mencium keningnya, “Aku akan jemput kamu disini saat kamu kembali,”

Laura mengangguk dan mengecup pipi kekasihnya dengan lembut dan sekali lagi memeluknya sebelum pergi menyusul Allyson karena pesawatnya akan segera boarding.

***

Karena cuaca yang tidak memungkinkan di Bandara Leonardo Da Vinci Fiumicino, Roma, untuk pendaratan pesawat, Laura dan Allyson akhirnya mendarat di Bandara Malpensa, Milan. Mereka lalu melanjutkan perjalanan darat dengan kereta api cepat menuju ibukota negara pizza tersebut.

Laura hanya menjejakkan kakinya selama 8 jam di Roma. Ia harus segera meninggalkan negeri Romeo dan Juliet itu karena keesokan harinya sudah harus melakukan latihan untuk konser tunggal perdananya di Glastonbury, Inggris.

*

Colourful World -Bab 3

Bab 3

Kemenangan Yang Nyaris Sempurna

Laura menarik napas panjang disela makannya. Ini sarapan terakhirnya dengan teman-teman barunya di karantina Miss Singer. Tidak terasa, 29 hari kebersamaan mereka akan berakhir juga. Malam nanti adalah penentuan siapa yang terbaik dari 85 gadis bersuara merdu ini.

“Ehm… Aku tidak menyangka kalau hari ini adalah hari terakhir kita sama-sama,” ucap Laura sambil memegang telapak tangan Chantal dan Kiera yang duduk disisi kanan dan kirinya.

Chantal dan Kiera membalasnya dengan memegang erat tangan Laura lalu menempatkan dagu mereka dibahunya.

“Aku juga sedih. Aku mau kita tetap berhubungan baik setelah acara ini selesai,” ucap Chantal menahan tangis.

“Chantal, sekarang jangan nangis dulu. Nanti malem puncaknya. Aku nggak mau kita tangis-tangisan sekarang karena nanti takutnya malah mengganggu penampilan kita diatas panggung,” Kiera berusaha mengalihkan perhatian kedua sahabat barunya yang terlihat mulai menangis.

“Udah. Kiera bener, kamu jangan nangis dulu. Kalau nanti malam kita masuk 15 besar, nyanyian kita jadi nggak merdu, kan?” ungkap Laura sambil memeluk mereka berdua.

Mereka lalu melanjutkan kembali acara makannya hingga selesai. Masih seputar perpisahan, mereka berbincang-bincang hangat. Dan tidak ketinggalan juga, persiapan akhir untuk acara puncak malam harinya.

Para kru Miss Singer mulai berteriak agar semua finalis segera berkumpul di lobby hotel tepat jam 10 pagi. Mereka semua harus segera sampai di tempat acara untuk gladi bersih. Tidak boleh ada satu pun yang tidak sesuai dari rencana semula.

“Ingat, kalian semua harus konsentrasi penuh!” bentak seorang chaperone.

***

Setiap finalis mulai sibuk dengan dirinya masing-masing. Ada yang merapikan gaunnya berulang kali, ada juga yang kembali men-touch up riasannya agar terlihat makin sempurna.

Laura agak berbeda. Demam panggungnya kumat. Ia mondar-mandir tak karuan. Jantungnya berdetak dengan cepat. Chantal yang bisa melihat dengan jelas bahwa Laura sedang cemas, langsung menghampirinya.

“Kamu kenapa, Laura?” tanya Chantal pelan.

“Aku grogi. Aku takut, Chantal,” jawab Laura sambil menggigit bibir bawahnya.

Belum sempat Chantal menjawab, gadis dibelakang Laura mengambil alih pembicaraan. Itu Kiera.

“Sekarang kamu berdo’a dan aku yakin kamu pasti bisa lebih tenang,” ucap Kiera sambil memegang lembut pipi Laura.

Laura mengangguk. Ia lalu mengikuti saran Kiera untuk berdo’a agar hatinya dapat sedikit lebih tenang.

Setelah Laura selesai berdo’a dan membuka matanya dengan perlahan, hatinya mulai agak tenang. Para kru mulai mensejajarkan para finalis satu per satu

menurut abjad asal negaranya. Acara akan dimulai 2 menit lagi. Itu berarti kompetisi tinggal menghitung detik.

Semua hati para finalis mulai diliputi rasa cemas ketika tirai panggung mulai tersibak. Dentuman musik terdengar sangat keras ketika mereka melangkah menuju tengah panggung. Laura berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan demam panggungnya. Jantungnya berdetak sangat kencang ketika ia melihat lautan manusia didepannya. Ia sudah bisa menduga bahwa seluruh kursi di Shrine Auditorium, Los Angeles sudah terisi penuh.

Laura tersenyum ketika melihat delegasi Indonesia hadir disana. Kibaran bendera merah putih yang dibawa staf KJRI dari San Francisco, mampu memompa api semangatnya. Koreografi yang telah dipersiapkan mampu digerakkannya dengan sempurna.

Selesai acara pembukaan, MC Miss Singer mempersilahkan salah satu bintang tamu untuk segera menyanyi. Setelah itu pengenalan para dewan juri yang terdiri dari Celine Dion, Justin Timberlake, Ted Turner, Melania Knauss-Trump, Amelia Vega, dan juga empat orang lainnya yang punya pengaruh besar di dunia musik internasional.

Pengumuman 15 besar dimulai juga. Pembawa acara yang terdiri dari 2 orang masing-masing membawa kertas berisi finalis yang berhasil menyisihkan 70 gadis lainnya.

“The first, Dominican Republic!” ucap pembawa acara lelaki.

“Second, United Kingdom!” giliran sang wanita yang mengumumkan.

Canada, Brasil, Australia, USA, Panama, South Africa, Venezuela, Mexico, Sweden, dan Puerto Rico telah dipanggil untuk menemani Miss UK dan Miss Dominican Republic dibarisan depan. Laura mengamati dengan seksama. Ia tak mau jadi orang munafik, ia juga berharap bisa menemani Kiera dan Chantal yang sudah terpilih lebuh dulu.

“Indonesia!”

Kata indah itu akhirnya keluar juga dari mulut sang pembawa acara. Laura tak bisa menahan rasa haru. Sambil berjalan kedepan, ia menutup mulut dengan kedua tangannya tanda masih tak dapat dipercaya. Kiera dan Chantal langsung memeluknya ketika Laura sampai ditempat ketigabelas. Ia terlalu hanyut dalam kegembiraan hingga tak sadar ketika Miss Egypt dan Germany juga masuk 15 besar.

Untuk penentuan siapa yang berhak maju ke 10 besar, pihak panitia meminta juri untuk menilai keeleganan finalis ketika menggunakan evening gown. Semua finalis terlihat sangat cantik. Laura sendiri mengenakan gaun hitam berpayet warna ungu dengan kerah berbentuk V.

Sepertinya banyak juri yang jatuh hati pada Laura sehingga ia mendapat nilai tertinggi di sesi evening gown dan berhasil menjadi 10 besar. Sekarang Laura bisa tersenyum lebar-lebar pada penonton. Demam panggungnya seketika hilang berganti dengan semangat yang luar biasa. Hatinya makin gembira ketika Kiera dan Chantal juga masuk 10 besar bersama Sharon, Charlize, Rose Mary Alansky, Miss Canada, Jennifer Xanna, Miss Australia, Priscilla Arielle, Miss Panama, Gabriella Vasquez, Miss Puerto Rico, dan Denise Rivera, Miss Dominican Republic.

Laura harus merelakan Kiera saat gadis itu dinyatakan gagal masuk 5 besar. Namun ia masih bisa tersenyum saat Chantal dinyatakan berhasil. Dibelakang Chantal ada Denise, Gabriella, dan Jennifer untuk berkompetisi lebih jauh lagi.

***

Cara penilaian menjadi pemenang berbeda dengan ketika masuk 10 atau 5 besar. Sekarang lima gadis bersuara merdu itu diharuskan untuk menyanyikan dua

lagu yang terdiri dari lagu bertempo lambat dan cepat. Selain itu mereka juga harus menjawab pertanyaan yang dibuat teman sesama finalis.

Laura sukses menyanyikan lagu-lagunya. Ia bahkan mendapat standing applause dari Celine Dion yang menjadi juri sekaligus pemilik lagu That’s The Way It Is yang ia nyanyikan.

Sekarang saatnya sesi pertanyaan. Miss Dominican Republic mendapat kesempatan awal. Terlebih dahulu pembawa acara membacakan profil sang finalis.

“Denise Rivera Torino, 21 tahun dan Mahasiswi Akuntansi Universitas San Juan. Punya hobi membaca dan menulis, selain menyanyi. Dan ia bercita-cita menjadi penulis novel. Okay, Miss Dominican Republic, anda mendapat pertanyaan dari Miss Egypt, Sarah Bayram. Dengarkan dengan baik dan utarakan jika aku harus mengulang kembali pertanyaannya. Menurutmu, mengapa semua siswa sekolah dasar dan menengah diharuskan belajar sejarah selain karena itu sangat penting?”

Denise tersenyum sejenak, lalu mulai menjawab, “Sejarah memiliki nilai karakteristik yang tinggi. Kita bisa mengetahui apa saja yang telah dilakukan manusia di masa lampau. Kita juga bisa mengambil manfaat yang sangat berarti untuk hidup kita. Selain itu, kita bisa bertindak lebih baik dan menilai segala sesuatunya dengan bijaksana. Dengan sejarah juga kita dapat menyikapi fenomena serta dinamika kehidupan,” Denise menjawab tenang.

Setelah Denise, waktunya Chantal maju kedepan. Lalu baru Jennifer dan kemudian Gabriella. Sementara Laura mendapat giliran yang terakhir.

“Okay, Miss Indonesia. Laura Maurisia Morasca, 16 tahun, dan masih tercatat sebagai siswi USA International School di Jakarta. Selain menyanyi, ia memiliki hobi travelling dan shopping. Ia juga ingin menjadi seorang bintang besar. Obsesinya yang lain ingin membuat lembaga bahasa gratis di negeri asalnya. Okay Laura, anda mendapat pertanyaan yang sangat penting dari Miss Finland, Coralla Zevit. Sudah siap?”

Laura mengangguk cepat sambil tak pernah melepaskan sedetikpun senyum manis dari bibir indahnya.

“Apa hal terberat yang pernah kau alami didalam hidupmu?”

Laura memejamkan matanya sejenak, dan dengan berusaha setenang mungkin, ia mulai menjawab, “Bagiku, hal terberat yang pernah kualami dalam hidupku adalah ketika aku sadar bahwa aku memiliki sahabat-sahabat seorang bintang. Aku selalu menilai segala tingkah lakuku senantiasa salah dan tak sejalan menurut pandangan mereka. Kerapkali aku terlihat tidak setuju akan hal-hal yang mereka lakukan, yang ternyata diluar dugaan. Ketika itu pula kami berselisih paham tentang argumen-argumenku yang menurut mereka tidak realistis. Aku sadar akan eksistensiku yang hanya seorang sahabat, yang tidak memiliki predikat. Namun aku selalu berusaha sebaik mungkin untuk tetap berjalan lurus disamping mereka tanpa melenyapkan kepribadianku. Dan aku bersyukur, bahwa sampai saat ini hubungan kami baik-baik saja. Terima kasih,”

***

Chantal, Gabriella, Denise, Laura, dan Jennifer berpegangan erat satu sama lain. Tinggal beberapa detik lagi pemenang akan diumumkan.

“The 4th runner up is…”

“Dominican Republic!”

Denise melangkah maju kedepan untuk menerima buket bunga. Ia memberikan senyum terbaiknya dan rela hanya menjadi 5 besar.

“And then, 3rd runner up is…”

“Venezuela!”

Laura mengecup Chantal. Seketika gadis itu segera lenyap dari pandangannya.

“The 2nd runner up is…”

“Australia!”

Jennifer melangkah maju setelah memeluk Gabriella dan Laura secara bergantian.

Sekarang hanya tersisa dua orang terbaik dan itu berarti salah satu dari mereka akan keluar menjadi pemenang. Untuk menenangkan diri, Gabriella mengecup pipi Laura dengan lembut. Masing-masing mereka memberi semangat. Laura merasa cemas, ia menggenggam erat tangan Gaby. Saat ini sudah dipastikan, delegasi Indonesia dan Puerto Rico sedang harap-harap cemas. Mereka menginginkan wakilnya dapat berjaya di ajang ini.

“The 1st runner up is Puerto Rico and the 1st Miss Singer is Indonesia!!” suara sang pembawa acara terdengar sangat lantang.

Laura menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia sangat terkejut dan seakan tak percaya. Seketika Gabriella langsung memeluknya. Laura sepertinya ingin menangis. Ia tak dapat lagi menahan haru ketika Celine Dion memasangkan selempang ditubuhnya dan Amelia Vega memasangkan mahkota kebanggaan dikepalanya. Laura akhirnya menangis saat pembawa acara mempersilakannya untuk berjalan di panggung sebagai seorang Miss Singer untuk pertama kalinya.

***

Belum habis tangis haru campur bahagia karena berhasil mendapatkan gelar kehormatan sebagai The First Miss Singer, datanglah 4 gadis cantik yang 3 diantaranya sudah sangat dikenal di jagat hiburan internasional. Semua mata para finalis membelalak tak percaya, termasuk Laura yang langsung dipeluk keempatnya.

“Congrats ya…” ucap keempatnya kompak.

“Kalian? Oh my God!! I’m so lucky tonight!” Laura terlihat sangat bahagia.

“Loh… kita kan sahabat. Masa sih kita nggak datang?!” jawab Rachel manis.

“Kak Erish! Aku nggak nyangka Kak Erish ada disini. Bukannya Kak Erish bilang nggak bisa dateng ya waktu terakhir kita Skype?” Laura bertanya penasaran, lalu tersenyum.

“Nggak seneng nih kakak disini? Kakak emang sengaja kok bikin surprise buat kamu,” Erish memencet hidung Laura dan langsung memeluknya lagi.

Sementara yang lainnya melihat Laura dengan pandangan seksama dan nyaris tak percaya. Banyak dari mereka yang berbisik-bisik membicarakan sang pemenang.

“Laura, mereka bilang kamu mengkhawatirkan aku. Terima kasih ya, tapi aku baik-baik aja,” Ingrid menyentuh pundak Laura pelan sambil tersenyum.

“Syukurlah…” Laura tersenyum lega.

“Party!” Amanora berbicara tiba-tiba. “Bagaimana kalau ada party untuk merayakan kemenangan Laura?”

Laura, Erish, Ingrid, dan Rachel saling menatap satu sama lain lalu mengangguk bersama, “Ok.. Your wish comes true, miss party goers!” jawab mereka kompak.

“Yes, I am!” Amanora tersenyum penuh kemenangan.

“Tapi nggak dalam waktu dekat ini ya. Aku harus lihat jadwalku dulu. Bukan bermaksud menyombong loh… Tapi kalian nggak mau kan mahkota ini terlepas dari kepalaku secepat aku mendapatkannya?” Laura berharap cemas menanti jawaban dari sahabat-sahabatnya.

“Siapa bilang akan ada pesta sekarang? But sooner…” jawab Amanora diiringi

anggukan Ingrid, Rachel, dan Erish.

“Thanks girls…” Laura melanjutkan, “Oh ya teman-teman,” Laura berbalik menghadap teman-teman sesama finalis Miss Singer lalu memperkenalkan sahabat-sahabatnya, “Seperti yang sudah bisa kalian lihat sendiri, mereka semua ini adalah sahabat-sahabatku. Kalian pasti sudah mengenal Rachel, Ingrid, dan Amanora. Nah yang disebelah Rachel itu sahabatku juga, namanya Erish, Erishia Carella. Dia juga superstar loh di negaraku, hehehe,” Laura menunggu tanggapan karena ia tak bermaksud menyombongkan diri memiliki sahabat orang terkenal.

“Aku sudah menyangka pertanyaan yang kamu jawab tadi ternyata memang benar,” Chantal bersemangat.

“Ahh kenapa bisa bintang yang kukagumi ternyata sahabatmu. Rachel.. Apakah aku boleh memelukmu?” Andrea memohon penuh harapan.

Rachel tersenyum dan membuka tangannya, siap untuk dipeluk Andrea Ferdenson, Miss Ireland yang hampir 2 minggu sebelumnya sangat memuji penampilannya di panggung American Music Awards.

“Maaf ya, karena saat di Nokia Theatre tidak memberitahumu soal ini. Kamu nggak marah, kan?” Laura meminta maaf.

“Tadinya. Tapi setelah kamu mewujudkan mimpiku bertemu Rachel dan aku bisa memeluknya, kau kumaafkan,” jawab Andrea seusai melepas pelukannya dari Rachel.

Laura mengalihkan pandangannya kearah Amanora, “Mana adikmu? Dia sudah tidak mengakuiku lagi ya sebagai kekasihnya?” Laura terlihat masam, wajahnya cemberut ketika menyadari bahwa Valder tak ada disana.

Amanora memandang Erish, Rachel, dan Ingrid, lalu berusaha menenangkan Laura, “Sayang, sebenarnya adikku sangat ingin datang malam ini. Tapi mendadak Kate harus pergi dengan Mommy ke Florida, jadi Valder yang harus menggantikan kehadiran Kate di suatu meeting di London. Tapi kamu tenang saja, aku selalu update semuanya ke dia dan aku juga sudah mengirimkan foto-fotomu tadi diatas panggung. Valder akan pulang besok pagi dengan pesawat pertama dari Heathrow,”

Ketika Laura ingin lebih banyak berbicara lagi dengan para sahabatnya, beberapa kru Miss Singer memanggilnya untuk segera hadir dalam konferensi pers di Lobby. Laura juga diberitahu bahwa ibunya juga sudah ada disana dan akan mendampinginya selama konferensi pers berlangsung. Laura memandang wajah keempat sahabatnya yang langsung mengangguk tanda mengizinkan.

“Come on, Laura. Sekarang, ini duniamu. Kamu harus bisa membiasakan diri untuk bertemu paparazzi. Karena, you are a superstar, baby…” ucap Rachel sambil memegang lembut pipi Laura.

Laura tersenyum dan berulang kali mengucapkan terima kasih. Sebelum berlalu, ia berbisik pelan kearah Amanora, “Telepon adikmu sekarang dan bilang, Aku sangat rindu padanya,”

Amanora tersenyum, “Ok,” ia terlihat langsung merogoh tas dan mencari ponselnya. Langsung ditekannya nomor darurat pertama, “Laura bilang dia sangat merindukanmu,”

*