Colourful World – Bab 4

Bab 4

Awal Sebuah Mimpi

Hari pertama setelah menjadi pemenang Miss Singer, Laura diajak oleh beberapa chaperone yang mendampinginya selama karantina ke sebuah ruangan untuk dikenalkan pada tim management-nya.

“Okay, Laura. Mereka semua ini adalah bagian dari management yang akan mendampingi kariermu,” salah seorang chaperone menjelaskan.

“Ini managermu, Larry Johanson. Kamu tahu, dia juga manager untuk Rachel Jean Cartney,” chaperone itu melanjutkan. Laura menjabat uluran tangan Larry lalu saling tersenyum. Larry mengedipkan sebelah matanya. Chaperone itu tak tahu Laura mengenal baik Larry.

Selanjutnya, Laura dikenalkan pada Allyson Bartlet yang didaulat sebagai asisten pribadinya, John Scout sebagai sebagai penata rias, Laurentius sebagai penata rambut, dan terakhir adalah Arcelly Croal sebagai penata kostum. Semuanya berbau ‘pribadi’.

Laura bersyukur ia bisa mendapatkan tim management yang profesional dan bertangan dingin.

Kehidupan baru Laura sebagai Miss Singer dan penyanyi dunia baru dimulai. Ia resmi pindah dari Jakarta dan beralih menjadi ‘warga’ Los Angeles. Laura menikmati hari-harinya dengan berbagai kegiatan dunia selebriti. Untuk urusan sekolah, Laura memilih untuk ‘Home-Schooling’, daripada harus datang ke sekolah setiap hari. Bila ia masuk ke sekolah tiap hari, mungkin jadwal kegiatannya akan kelewat padat. Tapi sekarang, ia dapat mengerjakan tugas sekolah dan mendapatkan bahan pelajaran lewat internet sehingga masih bisa melakukan kegiatannya yang lain. Karena terbiasa untuk bersikap disiplin, Laura dapat menjalankan kegiatannya yang padat dengan baik.

Tiap harinya, Laura sibuk menyanyi di banyak acara, baik di dalam maupun luar negeri. Ia juga datang ke berbagai ajang penghargaan, dan memulai debut aktingnya pada 4 bulan kedepan.

Beberapa bulan setelah acara grand final Miss Singer, Laura datang ke acara bergengsi yang paling banyak dibicarakan di seluruh dunia, Academy Awards atau yang lebih dikenal dengan sebutan Piala Oscar. Disana, Laura banyak bertemu selebriti-selebriti dunia seperti aktor senior George Clooney, Phillip Seymour Hoffman, Danzel Washington, bahkan George Lucas – sang sutradara Star Wars dan Ang Lee – sutradara film Brokeback Mountain. Ada juga Hillary Swank, Reese Witherspoon, Katie Holmes dan Tom Cruise, Kiera Knightley, John Travolta dan Kelly Preston, Orlando Bloom dan sang istri yang juga Victoria’s Secret Angel, Miranda Kerr, Johnny Depp, dan masih banyak lagi.

Baru beberapa langkah berjalan di red carpet, Laura menjadi pusat perhatian, karena ia mengenakan gaun rancangan John Galliano for Christian Dior dengan sangat anggun dan elegan. Tak menyangka Rachel datang dibelakangnya. Mereka saling tersenyum melihat keanggunan masing-masing. Mereka pun sepakat untuk berjalan bersama. Laura duduk disamping Rachel didalam ruang acara. Ia sangat bahagia bisa datang di ajang bergengsi ini. Apalagi dia juga dikenalkan langsung oleh Chris Rock, sang pembawa acara pada seluruh hadirin.

***

Ini sudah menjadi bulan kesekian sejak Laura resmi menyandang gelar Miss Singer. Ia sedang menonton acara TV yang sangat digemarinya, Sex and The City, ditemani Valder yang sengaja datang menjenguk, di apartemen dinas mewahnya di jantung Hollywood saat seorang kru Miss Singer mengontak ponselnya kalau ia harus segera bersiap dalam 3 jam untuk sebuah kunjungan ke Roma, Italia, untuk menghadiri sebuah acara amal Eropa yang ditujukan bagi anak-anak Afrika.

Sekarang inilah kegiatan Laura. Semua jadwal memang sudah tertata rapi sejak jauh-jauh hari. Namun tak menampik kemungkinan jika ada acara-acara mendadak yang mengundangnya.

“Ayo Laura, pesawatnya akan boarding 15 menit lagi,” ucap Allyson di bandara, sesaat setelah Laura sampai disana.

“Iya, tapi koperku ada yang tertinggal di apartemen,” jawab Laura meringis.

Valder yang juga ada disana untuk mengantarkan kekasihnya itu langsung menoleh kearah Laura dengan ekspresi kaget.

“Kok bisa, Laura? Kamu tahu kan setelah dari Roma, kita akan ada konser penting di London?” Allyson terlihat berang.

Valder yang menangkap signal cemas dan ketakutan dari wajah Laura langsung membela, “Tadi dia sangat terburu-buru. Sudahlah, nanti aku yang akan mengambilnya dan mengirim koper itu lewat pesawat berikutnya,”

“Tidak perlu, Valder. Kamu hanya perlu mengantarkan koper itu ke Larry. Dia sekarang masih bersama Rachel, entah dimana mereka. Larry baru akan datang ke Eropa untuk konser Laura di Inggris,”

“Ok, aku akan menghubungi Rachel lebih dulu. Aku janji, koper itu dipastikan akan dibawa Larry ke Eropa,” Valder memandang Laura yang merasa bersalah.

“Okay, thank you, Valder. Aku tunggu di bagian pemeriksaan imigrasi secepat mungkin, Laura,” Allyson berlalu meninggalkan Laura dan Valder berdua.

Valder memeluk Laura, “Hati-hati ya sayang. Jaga diri baik-baik. Jangan pikirkan soal tadi, semuanya akan beres,” Valder senang melihat Laura tersenyum dan segera mencium keningnya, “Aku akan jemput kamu disini saat kamu kembali,”

Laura mengangguk dan mengecup pipi kekasihnya dengan lembut dan sekali lagi memeluknya sebelum pergi menyusul Allyson karena pesawatnya akan segera boarding.

***

Karena cuaca yang tidak memungkinkan di Bandara Leonardo Da Vinci Fiumicino, Roma, untuk pendaratan pesawat, Laura dan Allyson akhirnya mendarat di Bandara Malpensa, Milan. Mereka lalu melanjutkan perjalanan darat dengan kereta api cepat menuju ibukota negara pizza tersebut.

Laura hanya menjejakkan kakinya selama 8 jam di Roma. Ia harus segera meninggalkan negeri Romeo dan Juliet itu karena keesokan harinya sudah harus melakukan latihan untuk konser tunggal perdananya di Glastonbury, Inggris.

*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s