Colourful World – Bab 2

Bab 2

Karantina

Sebuah pengumuman bergema: “Pesawat Etihad Airways dengan nomor penerbangan 875 tujuan Los Angeles akan segera boarding dalam beberapa menit. Penumpang yang sudah memiliki tiket dipersilakan masuk melalui keamanan,”

Saat ini Laura dan Erish berada di bandara. Setelah mendengar pengumuman, mereka berdua mengikuti tanda menuju checkpoint keamanan dan mengantri di akhir barisan.

“Selanjutnya, silahkan!” Petugas keamanan melambai pada Laura dan Erish.

“Kalau ada waktu luang, aku akan kirim email untuk menanyakan kabar ‘Indonesia’. Dan aku sangat berharap kak Erish bisa balas emailku. Kalau perlu kita bisa chatting,”

“Iya. Kak Erish akan balas email kamu. Janji!”

Laura dan Erish saling berpelukan. Setelah petugas memeriksa boarding pass dan identitas Laura, ia membiarkan Laura lewat. Laura berjalan dua langkah dan berputar. Mata Laura menatap Erish lalu tersenyum. Erish memperhatikan Laura melewati detektor logam dan berjalan menuju gerbang.

***

Laura menggeliatkan tubuhnya setelah hampir satu hari penuh berada di dalam pesawat. Kini, ia berada di Bandara LAX, Los Angeles, menunggu panitia Miss Singer menjemputnya ke tempat karantina di Beverly Hilton Hotel.

Orang yang menjemput Laura di bandara tadi mengantarnya ke suatu ruangan. Laura menduga semua wanita cantik yang duduk dikursinya masing-masing sedang menunggu sesuatu. Barulah saat Laura duduk di bangku kosong, wanita disebelahnya mengatakan sedang menunggu interview oleh pihak Miss Singer.

“My name is Laura Maurisia Morasca, 16 years old and student of USA International School in Jakarta. I am the delegation from Indonesia. I wanna tell you all that Indonesia is a beautiful country. So many impression beaches to order which there in along country. The situation which still original make some people wants to return. Indonesian citizens are famous of their friendly to the comer. So, come to Indonesia soon and enjoy the unforgetable moment,”

Laura tersenyum lega setelah menyelesaikan sesi interviewnya. Sesi pertama untuk melangkah lebih jauh lagi. Laura tidak merasa baik tadi. Perjalanan selama 16 jam menuju Los Angeles membuatnya jetlag. Tapi ia buru-buru melenyapkan rasa lemas ketika kru Miss Singer mengumumkan nama-nama finalis yang sekamar.

‘Mudah-mudahan aku dapat roommate yang enak biar kita bisa nyambung,’ Laura membatin dalam hati.

“Miss Indonesia dan Miss Venezuela, silahkan maju kedepan,” ucap salah seorang kru.

Laura melangkah maju. Dibelakangnya mengikuti Miss Venezuela yang belum ia ketahui namanya.

“Kamar kalian nomor 1723. Jadilah teman yang baik bagi roommate kalian,” lanjut kru itu lagi.

Laura dan nona Venezuela itu mengangguk. Mereka saling tersenyum ramah.

Namun mereka belum memulai perkenalan hingga masuk kedalam kamar. Laura merasa canggung untuk memulai lebih dahulu pembicaraan dengan sang Miss Venezuela. Hingga akhirnya gadis latin itu yang menyapa lebih dulu.

“Nama kamu siapa?” tanyanya sambil mengulurkan tangan.

“Aku Laura. Dan kamu?”

“Aku Chantal,”

“Semoga kita bisa sebaik yang lainnya,” ucap Laura.

“Pasti. Kita bisa jadi sahabat. Aku suka punya banyak teman dari negara berbeda,” kata Chantal seraya meraih Laura kedalam pelukannya.

“Aku senang punya roommate kayak kamu,” ucap Laura.

“Yeah, aku terkesan. Ternyata roommate-ku tak seburuk dugaanku,” Chantal tersenyum dan Laura segera membalas senyumannya.

“Aku ingin istirahat sekarang, aku masih jetlag,” Laura melemaskan tubuhnya dengan melakukan stretching.

“Selamat istirahat…” Chantal melepaskan sepatu high heels-nya lalu ditaruh begitu saja didekat koper-koper bawaannya.

Sebelumnya, Chantal dan Laura sepakat akan membereskan koper-koper mereka setelah istirahat. Untung Laura dapat tidur nyenyak tanpa dipengaruhi perbedaan waktu tempat ia tinggal sekarang dengan negara asalnya.

***

Hari pertama karantina, Laura bersama finalis lainnya diberi pengarahan oleh chaperone tentang tata cara menjadi ‘Putri’. Setelah itu mereka sarapan dengan semangkuk oatmeal dan segelas susu rendah lemak. Sebelumnya mereka diberitahu ahli gizi Miss Singer bahwa Oatmeal lebih sedikit mengenyangkan perut dibanding sepiring nasi atau setangkup roti. Selain itu, Oatmeal juga menghasilkan lebih banyak tenaga selama seharian. Namun Laura agak bingung juga, karena menurutnya, perutnya tidak akan kenyang bila belum makan nasi. Benar-benar perut orang Indonesia.

Setelah sarapan, mereka semua berkumpul di suatu ruangan untuk pembagian lagu-lagu yang akan dibawakan di malam grand final. Laura mendapat lagu That’s The Way It Is milik Celine Dion dan My Destiny milik Katharine McPhee, runner up American Idol tahun 2007. Panitia Miss Singer pun mengumumkan jadwal berlatih vokal dengan lagu-lagu yang dibawakan masing-masing peserta untuk esok hari dan seterusnya. Sementara itu, untuk babak penjurian awal selama karantina, masing-masing peserta diperbolehkan memilih sendiri lagu apa yang akan mereka bawakan.

“Lagu apa saja yang nanti kau nyanyikan?” Chantal menghampiri Laura.

“Wow, enak dong dapat lagu yang dikenal banyak orang,” ucap Chantal lagi setelah Laura memberitahunya tentang lagu yang akan dibawakannya di malam grand final.

“Yang penting easy listening bagi orang yang mendengarkan kita. Ini malah jadi suatu tantangan untukku, karena banyak orang yang tahu lagunya, mereka akan lebih men-judge kita bila kita salah sedikit saja saat membawakannya,” ucap Laura secepat kilat ketika menyadari Chantal menggerutu tentang lagu Hello milik Lionel Richie dan Would You Be Happier milik The Corrs yang akan ia nyanyikan.

Ketika Chantal ingin kembali melanjutkan gerutuannya, lengan Laura ditarik Miss Poland, Zerraquette Lecin. Zerra berkata dengan Bahasa Inggris yang terpatah-patah, agar Laura dan Chantal segera naik kedalam bis untuk kunjungan pertama para finalis Miss Singer ke Rumah Sakit UCLA.

“Ternyata jalanan di Los Angeles tidak serumit yang aku kira,” ucap Miss Switzerland, Natasha Carla, pada roommate-nya Miss USA, Kiera Cooley, yang juga

berasal dari LA.

“Memang apa yang akan kita lakukan di UCLA Hospital?” tanya Chantal.

“Semua kru bilang kalau kita akan bernyanyi untuk orang-orang sakit,” jawab Amelie Rodman, Miss UK.

Chantal terkesiap. Orang sakit bukannya diberi obat malah diberi nyanyian? Begitu pikirnya. Berbeda dengan Chantal, Laura malah tersenyum. Jiwa sosialnya yang tinggi memang tidak perlu diragukan lagi. Laura merasa bahagia bisa menghibur orang yang sedang sakit.

Setelah sampai di Rumah Sakit, 85 finalis dibagi menjadi 17 kelompok. 1 kelompok terdiri dari 5 orang untuk menghibur pasien di salah satu kamar. Laura dan Chantal berkelompok dengan Rozanne Khan, Miss India, lalu Rolla Conner, Miss Monaco, dan Miss South Africa, Charlize Vomma.

Kelompok Laura segera memasuki salah satu kamar di lantai 4. Mereka menyanyikan lagu Heal The World pada 2 pasien suami istri yang sedang bertarung melawan HIV Aids.

Selesai bernyanyi, masing-masing mereka menghampiri salah satu pasien yang terlihat tak berdaya. Laura miris, ia sangat iba pada sang pasien yang ada didepannya. Matanya menyipit saat ia melihat tubuh berbungkus tulang yang nyaris tak ada harapan. Sebelum pamit, Laura memberi seonggok semangat pada pasangan itu.

“Percayalah bahwa Tuhan bersama kalian. Tuhan sangat adil. Berserah diri pada-Nya dan kalian akan tenang,”

***

“Selamat datang dalam pertandingan antara LA Lakers dan New York Knicks. Para nona-nona cantik dari seluruh dunia yang menjadi finalis Miss Singer dan menjadi tamu kehormatan bagi kami, dukunglah tim favorit kalian. Selamat datang di Staples Center!”

Suara itu menggema ketika para finalis mulai duduk di kursi VIP terdepan. Rata-rata mereka tersenyum dan merasa tersanjung. Tapi ada juga yang sedang sibuk mengamati ruangan mencari orang-orang yang layak untuk dipandang. Seperti Chantal yang bilang mungkin saja ia dapat bertemu Tobey Maguire, bintang idolanya yang memang sering terlihat di Staples Center bersama sahabatnya, Leonardo DiCaprio.

Pertandingan berlangsung seru dan berakhir dengan skor 88-79 untuk kemenangan tim kebanggaan kota pusat hiburan itu. Semua suporter bertepuk tangan dengan riuh merayakan kemenangan LA Lakers. Chantal yang tak memperhatikan jalannya pertandingan ikut bersorak ketika ia melihat Tobey dan Leo bersorak riang dikejauhan.

Laura yang sejak awal terlihat serius mengikuti jalannya pertandingan, tak menyangka ketika matanya tertuju pada dua gadis cantik yang duduk di sisi seberang. Dua gadis itu sangat fashionable untuk datang ke sebuah pertandingan basket. Mereka memakai blue jeans panjang, lalu kaos tank top yang dipadu jaket model junkies. Rambutnya pun diberi bandana warna ungu dengan make up terlengkap di wajahnya. Jarak yang jauh membuat Laura tampak tak jelas memandang. Laura terkesiap ketika dua gadis itu melambai kecil ke arahnya. Amanora dan Rachel! Superstar yang juga sahabat karibnya. Laura senang dan tersenyum kearah mereka. ‘Pasti mereka baru pulang show,’ pikir Laura dalam hati. Ia berusaha agar tak ada satupun teman sesama finalis mengetahui bahwa ia bersahabat dengan seorang bintang. Bisa gawat!

Laura kembali mengerling ke arah Rachel dan Amanora ketika para kru Miss Singer sudah berteriak agar semua finalis segera meninggalkan Staples Center. Dan

mereka akan makan malam di Koi Restaurant.

“Matahari kan masih tinggi, kenapa kita sudah harus makan malam?” Jhezarie Rolland, Miss Thailand, pada Kiera.

“Sekarang kan sudah mulai masuk musim panas, nah di LA matahari bisa turun menjelang 9.30 malam, sementara itu masih 2 jam lagi. Kita sudah harus berkumpul lagi di hotel jam 10 malam. Soalnya kita sudah harus latihan menyanyi dan koreografi,” jawab Kiera jelas.

“Besok jadwal karantina kita apa saja?” tanya Miss Czech, Soraya Pettuci, pada salah satu chaperone Miss Singer. Chantal menyipit, ‘Dia pasti tidak membaca bukunya,’ ucapnya dalam hati.

“Kita akan menghabiskan hari untuk sekedar magang di Universal Studio dan lusa kita akan ke Hollywood Walk of Fame,” jawab sang chaperone.

“Selama karantina, apa kita hanya di Los Angeles?” sekarang giliran Miss Iceland, Unur Zebeqy Swayevska yang bertanya.

Chantal memperhatikannya lagi dan berbicara pelan pada Laura, “Apa orang Eropa terlalu malas untuk membaca buku jadwal?”

Laura kaget dengan apa yang Chantal bilang. Bingung harus menjawab apa, Laura hanya memberikan senyum simpul dan bilang, “Sssstttttt…..”

Sementara itu sang chaperone mulai menjawab pertanyaan Unur, “Tentu saja tidak, sayang. Hari ke 4 kita akan pergi ke Las Vegas. Kalian akan diberi kesempatan untuk menonton konser salah satu juri kalian untuk malam final, Celine Dion, di Ceasar Palace. Selain itu, kalian diizinkan untuk mencoba peruntungan kalian di arena kasino di Mandalay Bay. Hari ke 7, kalian punya waktu untuk berlibur ke negara bagian Utah, meski tidak menginap. Liburan itu untuk merilekskan pikiran dan hati kalian sebelum memasuki sesi swimsuit di Hawaii pada keesokan harinya. Kalian harus menyiapkan sesempurna mungkin karena kita di Hawaii hanya satu malam. Setelah itu kalian semua akan punya tugas berat di New York. Kalian akan bertemu Ban Ki Moon di Markas Besar PBB. Lalu kalian juga harus jadi pembicara penanggulangan Aids dan ikut kampanye anti trafficking. Selesai itu, kalian akan dibawa ke negara bagian Arizona. Kalian akan benar-benar diberi kesempatan berlibur di Sanctuary Resort, yang ada di punggung gunung Camel di Scottsdale. Liburan ini dilakukan agar kalian bisa terlihat fresh saat kembali ke LA untuk menghadiri American Music Awards. Sebelumnya kalian akan ke butik Ralph Lauren untuk memilih gaun apa yang akan kalian kenakan di acara itu. Karantina ini tidak hanya memberatkan. Kalian diberi kesempatan untuk bersenang-senang. Selepas AMAs, kalian boleh menghabiskan satu malam di Lax Club, jalan-jalan sore di pantai Malibu dan menghabiskan voucher USD 1500 untuk belanja di Kitson. Tapi, yang perlu kalian ingat, kalian harus tetap latihan menyanyi dan koreografi di sela-sela jadwal kalian yang padat,” ucap chaperone itu panjang lebar.

***

Ini jadi malam yang cukup dingin di Hawaii. Itu menurut Laura. Ia masih duduk didepan iMac-nya untuk menunggu Erish mengaktifkan Skype-nya. Dan waktu itu akhirnya datang. Meskipun sedang menunggu untuk show, Erish online.

“Kak Erish, aku udah sampe di Hawaii. Besok sesi swimsuit. Aku grogi, kak…”

Erish bisa melihat jelas kekhawatiran di wajah Laura lewat layar MacBook Air-nya, “Kamu harus tenang, sayang… Jangan mikir yang macem-macem ya. Kak Erish bakal do’ain kamu dari sini,”

Laura memaksakan untuk tersenyum, namun senyuman itu masih belum mampu menyembunyikan rasa khawatir yang berada di benaknya saat ini ketika ia

melihat kearah Erish di layar, “Tapi aku masih takut, kak.. Besok aku bakal pakai yang model two pieces. Nanti pasti di Indonesia pada ribut,”

Erish tertawa, “Hahaha…. Udah deh! Kamu kan tahu sendiri, kalau nggak jadi polemik namanya bukan di Indonesia. You can do it, honey!”

“Yes, I can do it. But I confuse,”

Erish terlihat geram, “Aduh… Kamu ini. Apa kakak perlu terbang ke Amrik malam ini juga? Udah ah nggak usah bingung. Pokoknya kamu lakukan yang terbaik. Kamu tahu nggak, untuk pertama kalinya feeling kamu tuh salah. Ingrid is okay! Dia bener-bener baik-baik aja. Waktu itu dia lagi ada pemotretan untuk Vanity Fair. By the way, Rachel sama Amanora udah berhasil nemuin kamu?”

“Emang mereka mau ketemu aku? Aduh… Kalau finalis lain sampe tahu gimana? Aku nggak mau ah mereka tahu sekarang,”

Erish mengelus dada, “Astaga, Laura… Bukan gitu maksud kakak. Maksudnya ya apa kalian pernah ketemu gitu disana?”

Sekarang giliran Laura yang tertawa, “Hahaha oh…. Kak Erish nggak jelasin sih dari awal. Kalo itu sih udah. Aku ketemu mereka di Staples Center waktu hari pertama karantina. Tapi cuma sekedar melambaikan tangan. Abisnya mereka duduk di sisi yang lain. Eh Kak Erish, udah dulu ya. Harus gantian nih sama yang lain,” tangan Laura menunjuk ke suatu arah.

Erish mengerti, “Okay.. And so am I, it’s show time. Good luck my dear. Bye…”

Laura melambaikan tangan di cam, lalu men-sign out akun Skype miliknya. Laura harus mengakhiri perbincangannya dengan Erish di Jakarta karena ia harus bergantian dengan Miss Nicaragua, Shima Vella. Setelah bangkit dari tempat duduk, tangan Laura ditarik Chantal. Ia bermaksud mendiskusikan persiapan sesi swimsuit esok hari.

Dengan swimsuit yang dikenakan masing-masing peserta, semuanya berada di tepi pantai Honolulu. Menikmati teriknya matahari, semua juri menilai penampilan seluruh peserta. Setiap peserta yang selesai melakukannya, langsung ditunggu para wartawan yang sudah siap dengan banyak pertanyaan dan kilatan blitz.

Walau perasaannya khawatir setelah sesi itu selesai, Laura memberanikan diri untuk tetap tersenyum dan menjawab pertanyaan-pertanyaan wartawan dengan bijak. Ya, Laura menjadi peserta yang paling banyak ditanya, karena menyangkut soal Indonesia yang konon ‘geger’ karena ia memutuskan memakai bikini di sesi ini. Laura berhasil melaluinya dengan jawaban yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Letizia Arquez, Miss Spain, menghampirinya. Ia menguatkan hati Laura untuk terus maju di ajang ini.

“Kontroversi itu biasa. Kamu harus tegar. Percayalah suatu saat mereka pasti mengerti. Aku yakin, kamu bisa melaluinya dengan baik,” ucap Letizia.

Laura menyeka airmatanya dan tersenyum, “Muchas gracias,”

Dibelakang Letizia terlihat Chantal, Kiera, Zerra, Amelie, dan Sharon Suzanne, Miss Sweden, yang langsung memeluk erat tubuh Laura.

“Kamu jangan menyerah, Laura. Semuanya akan berjalan baik-baik saja,”

ucap Zerra.

Finalis lainnya mengangguk. Mereka juga pasti mengerti apa yang dirasakan Laura saat ini. Kiera malah berusaha menghibur dengan cara lain.

“Laura, bagiku kamu adalah sebuah boneka pualam berambut hitam. Wajah kamu itu lucu, sayang. Aku senang memiliki teman baru seperti kamu, Miss Confidence!” ungkap Kiera.

Laura tertawa diikuti Chantal, Zerra, Sharon, Amelie, dan Letizia. Ia tak menyangka, Miss USA seperti Kiera dapat begitu respect padanya.

***

Hari ini semua finalis Miss Singer bersiap menuju butik perancang Ralph Lauren. Mereka akan fitting gaun yang akan mereka kenakan untuk acara American Music Awards besok malam.

“Apa gaunku terlihat aneh, Laura?” tanya Miss Chile, Arcelly Rojash.

“Tidak. Kamu cantik sekali dengan gaun itu,” jawab Laura jujur mengakui kecantikan gadis latin itu.

Chantal dan Kiera malah terlihat kaget ketika Laura keluar dari kamar ganti sambil mengenakan gaun coklat muda dengan belahan dada rendah dan bagian punggung setengah terbuka. Laura terlihat sangat cantik. Gaun itu jatuh dengan pas di tubuh langsingnya.

“She’s so beautiful!” ucap Kiera pada Chantal.

“Yeah I know!” balas Chantal.

Laura masih sibuk dengan gaunnya. Ia kembali mematut diri didepan cermin ketika Chantal dan Kiera menghampirinya. Tiga gadis itu lantas tertawa bersama.

“Lihat, itu Beyonce Knowles!” ucap Jhezarie semangat.

Chaperone Miss Singer langsung menegurnya. Bukan karena dinilai tak sopan, tapi Jhezarie sudah menghalangi langkah Miss Greece, Natalie Sonha.

Satu per satu finalis melangkah di red carpet. Semuanya tersenyum diantara ratusan kilatan blitz yang menghujani mereka. Laura pun sama adanya. Ia yang berjalan didepan Miss Israel, Anastacia Kuruwa, mendapat perhatian paling besar. Dengan selempang bertuliskan Indonesia, Laura sudah menduga akan ada banyak orang yang akan memandang dengan seksama. Bukan terkesan menyombong, tapi mereka terlihat aneh melihat ada wanita Indonesia yang seberani Laura mengikuti ajang ratu kecantikan dunia.

Tapi beruntung, Laura menyelesaikan tugas di red carpet-nya dengan baik. Saat masuk kedalam ruangan, Laura secepat kilat mencari tempat duduk yang senyaman mungkin. Bukan dalam artian yang seebenarnya, sebab tak akan mungkin ada kursi yang tak nyaman di gedung sekelas Nokia Theatre ini. Laura takut ia akan bertemu Rachel, yang memang ikut ambil bagian menjadi pengisi acara.

“Laura, lihat Rachel sangat cantik, ya! Duh, dia itu perfect. Akan sangat menyenangkan jika saja aku bisa mengenalnya,” ucap Miss Ireland, Andrea Ferdenson, pada Laura yang duduk disampingnya.

Rachel yang memang sedang tampil, sangat memukau penonton. Laura hanya tersenyum ketika Andrea mengucap kekagumannya pada sosok Rachel Jean Cartney, sahabat Laura sendiri. Tapi Laura tak mungkin menawarkan diri pada Andrea agar nona Irlandia itu dapat berkenalan dengan Rachel. Laura tidak ingin ada satupun teman sesama finalis tahu dari mulutnya sendiri bahwa ia adalah sahabat karib salah satu bintang besar dunia. Laura berpikir, biarlah mereka tahu dengan sendirinya dari siapapun itu seiring berjalannya waktu. Jika boleh jujur, Laura juga kagum pada Rachel. Ingin rasanya ia memeluk tubuh Rachel di backstage sebagai rasa bangganya pada sahabat karibnya itu karena Rachel sudah

bernyanyi dan menari di atas panggung AMAs dengan sangat baik. Tapi Laura sadar, semua itu tidak mungkin ia lakukan. Ia masih tetap berpegang teguh pada keputusannya. Ia tidak akan memberitahu pada siapapun, termasuk dua sahabat barunya, Chantal dan Kiera, tentang hubungannya dengan para bintang besar. Laura ingin semuanya mengalir bagaikan air, dan jika tiba saatnya nanti, semuanya juga akan tahu siapa Laura yang sebenarnya. Gadis cantik yang ramah dari sebuah negara kepulauan di Asia Tenggara itu, ternyata adalah sahabat dari sekumpulan artis-artis besar di dunia hiburan internasional.

“Dia memang hebat. Rachel tidak ada yang bisa menandingi,” jawab Laura sekenanya untuk sekedar membuat Andrea tenang dan diam.

***

Colourful World – Bab 1

Bab 1

Miss Singer

Laura menatap langit dengan perasaan bingung di teras rumahnya. Ia ingat hal yang menjadikannya seperti ini, yaitu karena perkataan Erish tadi siang:

“Penting lho mencari hal yang kita sukai dalam hidup. Contohnya kamu yang suka nyanyi, untuk mengasah bakat… Makanya kamu perlu ikut kontes Miss Singer ini,”

“Tapi Laura belum punya keberanian untuk ikut kontes ini…” Laura menatap layar MacBook milik Erish.

“Pikirin lagi deh… Dengan ikut ajang ini, kamu bisa jadi penyanyi yang langsung go internasional. Take this chance!”

Laura menghembuskan napasnya pelan. ‘Pengen sih jadi famous star kayak Kak Erish, Rachel, Ingrid, Amanora.. Pengen banget, malah! Tapi…’ Laura bergumam dalam hati.

Sebenarnya orang-orang disekeliling Laura sangat mendukungnya untuk mengikuti kontes Miss Singer yang diadakan di Los Angeles ini. Tapi Laura sendiri masih meragukan kemampuan dirinya, walaupun Erish telah mengisi formulir atas nama Laura.

“Ra, kontes ini penting banget kalo kamu emang mau jadi penyanyi. Ini kan langsung di Hollywood. Kak Erish aja masih susah payah untuk bisa sukses di Hollywood. Laura, kamu mesti inget satu hal, meskipun Rachel, Ingrid, dan Amanora punya pengaruh besar, tapi kita nggak boleh memanfaatkannya. Ini saat yang tepat bagi kamu untuk membuktikan kalo kamu bisa sukses di dunia hiburan tanpa pengaruh dari sahabat-sahabat kita. Ini waktunya kamu menunjukkan bakatmu yang terpendam,” Erish menepuk bahu Laura, meyakinkan sahabatnya untuk meraih mimpi yang sempurna di kontes ratu kecantikan itu.

“Kak Erish…” Laura merangkul lengan Erish ketika gadis cantik itu hendak meninggalkannya.

“Kak, kalau aku boleh jujur, aku juga mau ikutan itu. Tapi apa kak Erish nggak sadar kalau badanku…” Laura langsung terdiam sambil memandang tubuhnya di depan cermin.

“Badanku kan hampir nggak berbentuk, kak. Mana ada calon ratu kecantikan yang gendut..” ucap Laura lirih. Erish tersenyum mendengarnya.

“Kakak tahu, sayang. Kamu kan bisa diet. Ada banyak cara untuk nurunin berat badan. Asal kamu niat aja,” jawab Erish sambil menyipitkan sebelah matanya.

“Tapi susah, kak… Kak Erish tahu sendiri, udah berapa kali aku coba untuk diet? Hasilnya tetep aja gagal!” kata Laura lagi.

“Nggak ada yang susah dan nggak mungkin di dunia ini. Kuncinya cuma satu, kalo kamu nggak mau keringetan, nggak bisa menahan hasrat makan, gimana lemak mau pergi?” terang Erish panjang lebar.

“Maksud kakak?”

“Kalau kamu emang niat banget untuk diet, cara tadi lumayan manjur tuh. Intinya, kamu harus rajin olahraga dan jangan makan terlalu banyak. Jangan pernah nimbun sampah di dalam tubuh,” ungkap Erish.

“Tapi aku nggak yakin bisa melalui masa-masa itu,” kata Laura seraya memandang Erish.

“Kakak yang bakal mengatur jadwal olahraga dan makan kamu setiap hari. Pokoknya semua pasti beres di tangan seorang Erishia Carella,” ucap Erish sambil mengangkat kedua tangannya seperti Reese Witherspoon yang bangga dengan piala Oscar-nya.

“Bisa aja…” tawa Laura mulai terdengar.

Erish tersenyum lega karena berhasil membujuk Laura untuk meraih mimpinya. Mereka lalu pergi ke halaman belakang rumah Erish, untuk melihat alat olahraga apa saja yang ada…..

Laura memandang sekelilingnya. Ia ikut tertawa mengenang kejadian siang hari tadi. Ia tak percaya, perlahan tapi pasti, ia akan menjadi kontestan salah satu kontes ratu kecantikan dunia.

***

“Tiga puluh enam, tiga puluh tujuh, tiga puluh delapan..” Erish menghitung banyaknya sit-up yang dilakukan Laura.

Hari ini genap 30 hari Laura menjalankan program dietnya. Erish yang orangtuanya mantan atlet tentu sangat protek dalam urusan olahraga. Laura beruntung punya sahabat yang sangat mengerti keadaannya. Apa yang diperjuangkan Laura mulai membuahkan hasil. Sedikit demi sedikit lemak yang membandel di tubuhnya mulai pergi. Bobot tubuhnya perlahan menyusut seiring berjalannya waktu.

“Kak Erish, apa aku udah keliatan kurus?” ucap Laura sambil memegang lengannya yang makin terlihat langsing.

“Udah kok, paling harus nurunin 15 kg lagi,” jawab Erish tenang.

“What? Berarti aku masih gembul dong!” Laura cemberut, wajahnya seperti terlipat tujuh.

“Heh, yang namanya ratu kecantikan itu harus punya the lean body. Kegemukan sedikit aja nanti nggak boleh ikutan lho,” ucap Erish tersenyum simpul memberi semangat pada sahabat kecilnya.

“Kak Erish sih macem-macem aja. Aku mesti ikutan Miss Singer segala. Padahal kan aku maunya ikut Miss Universe, Ratu Sejagad, hehehe…” gelak Laura.

“Ah nggak usah ngaco deh. Lagipula kalo nggak salah, Miss Singer nggak beda jauh sama Miss Universe. Itu kan sama-sama punyanya Mr. Trump. Organisasinya aja bareng, Miss Singer and Miss Universe Organization,” timpal Erish tampak meyakinkan.

“Oh ya?” Laura penasaran.

Erish memandang Laura seksama, lalu tertawa, “Hahaha Enggak kok sayang.. Itu nggak bener..”

“Ih.. Aku kira beneran…” Laura memajukan bibirnya hingga Erish bisa mencubit pelan dengan jari-jarinya.

“Ya mana kakak tahu! Cuma support buat kamu aja lagi. Udah ada peluang di depan mata, malah cari yang nggak pasti. Jadi Miss Universe tuh susah tahu! Kamu mesti jadi Puteri Indonesia dulu untuk ikutan. Lagipula itu kan bukan mengedepankan kemampuan tarik suara, sementara kamu jago nyanyi. Udah deh, jangan pesimis lagi. Ayo mulai lagi olahraganya!” bentak Erish sambil menarik lengan Laura.

Laura memandang Erish. Sahabat sekaligus kakak yang paling baik untuknya. Laura beruntung, banyak orang yang menyayanginya. Erish sangat sempurna menjalankan tugasnya sebagai instruktur olahraga sekaligus pemerhati makanannya. Laura membatin bahwa Erish benar, ia harus menggunakan peluang ini sebaik mungkin. Erish saja belum bisa merasakan duduk di kursi superstar dunia, padahal sahabat mereka yang lain, Rachel, sudah berhasil menjadi diva pop

dunia. Tapi seperti yang sudah dikatakan Erish, tidak ada satupun dari mereka yang ingin memanfaatkan kesuksesan Rachel di dunia hiburan internasional.

“Hey, ngapain bengong aja! Cepet lari!” bentakan Erish mengagetkan Laura.

“Iya, iya. Galak banget sih!” Laura meringkuk sekilas, lalu mulai ambil posisi yang benar.

“Empat kali putaran dalam lima menit!” Erish terlihat sangat serius sekarang.

“Apa?? Apa nggak salah? Kak Erish kira aku wonder woman?” tanya Laura tak mau kalah.

“Bukannya kamu super woman?”

“Makasih. Super woman sambil tiarap!”

“Kalo super woman sambil tiarap nyampenya bisa sehari!” jawab Erish, Laura lalu diam sejenak tak bergeming.

“Ada nggak ya yang bisa aku lakuin untuk bisa jadi pemenang disana?” tanya Laura tiba-tiba.

“Pokoknya kamu cuma perlu kasih yang terbaik dari diri kamu. Itu aja,”

“Tapi kan seenggaknya ada gitu trik-trik khususnya,” Laura menambahkan, masih penasaran juga dia rupanya pada soal seperti ini.

“Nggak ada! Believe in me and everything is okay,”

“Maybe…”

“Loh kok maybe sih? Udah ah sekarang mulai lagi olahraganya!” Erish mulai membentak lagi layaknya Laura sedang berada dalam suatu kamp militer.

Laura mengerti Erish. Gadis yang lebih tua empat tahun darinya itu sangat menjunjung tinggi kesempurnaan. Apapun yang akan dilakukan harus dikaji terlebih dulu agar hasilnya nanti memuaskan. Karena itu, Laura menaruh semuanya pada Erish. Ia percaya kalau semuanya akan berjalan mulus di tangan mahasiswi International Bussines itu.

***

“Rachel…. Sekarang badanku selangsing kamu…” oceh Laura diujung telepon.

“Wow, berarti Erish berhasil dong…” Rachel menimpali perkataan Laura.

“Bener banget! Rachel… I love my lean body….” kata Laura lagi.

Rachel memang orang pertama yang diberitahu setelah Laura bertarung selama 3 bulan lebih untuk menurunkan 24 kg berat badannya. Menurut Laura, ini pemilihan yang tepat. Diantara mereka berlima, Rachel-lah yang memiliki tubuh paling sempurna. Setelah ini giliran Amanora, gadis kaya raya tapi tanpa operasi plastik yang akan mendengar kebahagiaan Laura mengenai bentuk tubuh barunya. Lalu giliran Ingrid, yang dikenal sebagai orang bertubuh subur kedua setelah dirinya yang akan diberitahu.

“Bener kan aku nggak perlu pesen makanan khusus dari dietdesign.com untuk ngurusin badan. Kak Erish aja berhasil buat aku jadi kayak Rachel…” ungkap Laura membuka percakapan dengan Amanora.

“Iya, percaya. Erish emang hebat!” jawab Amanora simpel.

“Aku hampir nggak percaya, bisa ya orang kayak aku yang tadinya super obesitas punya badan, yang menurutku, bagus banget kayak sekarang. Amanora… Aku seneng banget…” Laura amat bersemangat menceritakan kebahagiaannya pada Amanora.

Amanora tertawa mendengar segala ocehan Laura. Sang peragawati yang sering disebut Laura sebagai tengkorak hidup itu ikut bahagia dengan berhasilnya program diet yang dijalani sahabat karibnya. Meskipun mereka tinggal di negara dan benua yang berbeda, Amanora bisa dengan jelas merasakan jika Laura memang sedang amat sangat bahagia akan bentuk tubuh barunya.

Kini giliran Ingrid yang dihubungi Laura. Tapi sudah tiga kali di telepon, gadis yang lahirnya hanya terpaut satu hari dari Erish itu tak jua mengangkat handphone-nya. Laura berpikir, mungkin Ingrid masih tidur. Sebagai artis remaja yang baru saja naik daun, Ingrid memang banyak mendapatkan job, sehingga ia baru bisa tiba dirumahnya di New York City pada dini hari. Akhirnya Laura menyerah ketika untuk yang kesebelas kalinya teleponnya tak jua diangkat. Ia hanya menaruh pesan di voice mail, berharap Ingrid segera menghubunginya setelah menerima pesan itu.

Karena tak berhasil menghubungi Ingrid, Laura kembali menghubungi Amanora untuk menanyakannya. Amanora memang tinggal di kota yang sama dengan Ingrid, berbeda dengan Rachel yang lebih memilih untuk tinggal di komunitasnya dunia hiburan, Los Angeles.

“Kenapa lagi, Ra? Apa ceritanya ada yang ketinggalan?” tanya Amanora langsung ketika ia mengangkat telepon.

“Enggak, kok. Aku cuma mau tanya soal Ingrid,” jawab Laura.

“Memang Ingrid kenapa?” tanya Amanora lagi.

“Tadi aku telepon dia, tapi nggak diangkat,” ucap Laura.

“Ya tinggal coba lagi dong,”

“Makanya dengerin dulu dong. Aku udah telepon dia belasan kali. Masa sih kalo orang tidur sampe nggak bergeming gitu? Kayak orang mati aja kalo gitu. Kamu sempet ketemu dia nggak akhir-akhir ini?”

“Kalo nggak salah kemaren dia ada jumpa fans di Boston. Tapi aku nggak sempet ketemu. Dan pagi ini aku nggak telepon dia,” ungkap Amanora.

“Perasaanku kayaknya nggak enak…” Laura mulai cemas.

“Udah deh.. Jangan mikir yang enggak-enggak ah! Aku takut nih… Ingrid is okay!” ucap Amanora seolah menenangkan dirinya sendiri yang mulai diliputi pikiran-pikiran negatif.

“Eh, iya. Ingrid is okay..” Laura juga buru-buru meyakinkan dirinya sendiri bahwa perasaan cemasnya pada Ingrid itu salah.

Tanpa kata akhir, Amanora menutup teleponnya. Laura kontan saja kaget. Amanora masih memikirkan kecemasan Laura pada Ingrid. Ia takut bahwa sesuatu telah terjadi pada salah satu sahabatnya itu. Semua ketakutan Amanora beralasan. Sebab diantara mereka berlima, hanya Laura yang perasaannya paling peka. Erish malah pernah bilang kalau Laura memiliki kemampuan indra keenam. Sebab jika Laura punya perasaan yang tidak enak pada seseorang, pasti orang tersebut terkena musibah. Namun Amanora secepat kilat melenyapkan perasaannya. Sebagai sahabat, ia tidak tahu menahu apakah Ingrid sedang memiliki masalah atau tidak. Amanora berpikir, inilah repotnya punya sahabat sesama public figure. Meski digaris bawahi kata sahabat, karena kesibukan masing-masing, mereka nyaris tidak pernah bertemu dalam jangka waktu yang lama. Telepon saja jika ada waktu luang.

***

Walaupun berkeyakinan ‘Ingrid is okay’, tapi Laura memasang tampang memelas dihadapan Erish saat mereka berada dalam kamar Erish yang cozy.

“Kak Erish…” panggil Laura sedih.

“Aduh… Berhasil punya lean body kok cemberut gini sih. Senyum dong…”

“Gini loh kak,”

“Iya, kak Erish udah tahu. Masalah Ingrid, kan?”

Laura mengangguk, “Gimana kakak bisa tahu?”

“Sebelum kamu datang kesini, Amanora udah cerita semuanya ke kakak,”

“Oh ya?” tanya Laura polos.

“Gini ya sayang, untuk saat ini sebaiknya kamu berkonsentrasi penuh untuk urusan Miss Singer. Kalo masalah Ingrid, masih ada kita-kita yang akan cari tahu ada apa sebenernya sama dia dan kita akan berusaha nolong dia kalo emang dia lagi ada masalah. Dia pasti ngerti kok kalo kamu nggak bisa ikut ambil bagian karena lagi fokus ke Miss Singer ini. Gimana?”

“Mmmmm…. Ok! Seenggaknya aku sedikit bisa lega sekarang. Makasih banget ya kak… Kalo nggak ada kak Erish, mungkin aku nggak bakal punya keberanian mengambil kesempatan yang ada. Misalnya ya ini, Miss Singer ini,”

Erish tersenyum simpul lalu mengerutkan alis seakan berpikir, “Memangnya kapan ya kakak pernah nggak ada buat kamu?”

Laura menatap Erish sambil menyipitkan sebelah matanya lalu tertawa, “Hahaha iya deh… Kak Erish memang selalu ada untukku…”

Erish ikut tertawa kemudian bertanya, “Terus gimana sama persiapan kamu? Udah persiapan mental dan fisik kan?”

“Siap atau nggak siap, aku bakal menghadapinya juga kan?” Laura malah balik bertanya.

“Terus kehidupan cinta kamu nggak bermasalah kan? Kalo iya gawat tuh… Bisa ganggu konsentrasi kamu nanti,”

“Astaga, Valder! Aku hampir lupa!” Laura menepuk jidatnya. “Lupa kasih tahu soal keberhasilan dietku! Bentar, bentar. Aku telepon dia dulu,” Laura merogoh tasnya mencari iPhone 4 yang baru saja dikirim Valder langsung dari Amerika sebagai hadiah anniversary mereka yang kedua.

“Hi my dear baby…” sapa Valder di ujung telepon.

“Ihhh… Nggak usah berlagak romantis gitu deh. Dengerin aku. Sekarang aku udah punya badan selangsing Rachel loh… Idamanku sejak dulu,”

“Congrats ya,”

“Ya ampun, ekspresinya gitu banget sih.. Nggak seneng ya impianku punya lean body terwujud?” Laura cemberut, sementara Erish tersenyum melihatnya.

“Bukan gitu. Aku cuma udah denger dari Amanora. Cemburu aja, kenapa kakakku yang lebih dulu tahu?!”

“Kakakmu kan sahabatku! Wajar dong kalo dia lebih dulu tahu…”

“Oh… Jadi aku nggak penting nih?” tanya Valder.

“Bukan..! Iya deh sayang sorry ya… Aku nggak bermaksud untuk ngelupain kamu kok, tapi aku beneran lupa… hehehe,”

***

Super Show 4 Indonesia, CONFIRMED or HOAX?

Sebenernya udah dari awal waktu Super Show 4 Seoul udah ditentuin kapan, spekulasi tentang negara mana aja yang bakal ‘disinggahi’ Super Junior untuk World Tour-nya kali ini langsung beredar. Tapi, di akhir September 2011 itu, SM Entertainment baru mengumumkan dua tempat penyelenggaraan Super Show 4, yaitu Seoul (19-20 November) dan Osaka, Jepang (10-11 Desember), sisanya NOPE.

Setelah itu, entah di akhir Oktober atau awal November (gw lupa, mamennnn) mulai ada pemberitahuan untuk Super Show Taipei (yang diselenggarainnya busetttttt 4 hari!) di tanggal 2-3-4-5 Februari 2012 dan Singapura di tanggal 18-19 Februari 2012. Dan belakangan juga keluar jadwal Super Show Bangkok yang bakal diselenggarain selama 3 hari di tanggal 16-17-18 Maret 2012 (Maaf kalo salah, gw kagak apal tanggalnya:D)

Nah, untuk Super Show 4 Jakarta sendiri, sampe sekarang masih bikin GALAU para ELF Indonesia. Dulu, kita -para ELF INA- sudah banyak yang jingkrak-jingkrak waktu bulan November taun lalu ada yang ngepost pic confirm-nya SM Entertainment kalo bakal ada Super Show 4 Jakarta di bulan Maret 2012. Tapi, baru aja beberapa menit kita seneng, kita langsung dibuat melempem lagi, karena ada yang bilang itu bukan jadwal Super Show 4, tapi jadwal Asia Tour-nya SNSD. Dan seiring berjalannya waktu, Konser Asia Tour-nya SNSD juga ga kebukti. Belakangan malah ada kasak-kusuk kalo itu sebenernya jadwal untuk SMTOWN Jakarta! Entahlah ^^

Dan sekarang, ELF Indonesia lagi-lagi dibuat galau. Ini tak lain dan tak bukan adalah hasil olahan sang ‘wikipedia’ kalo ada Super Show 4 Jakarta di tanggal 28-29 April 2012 (2 hari, guys! 2 HARI!). Karena berita inilah, para fanbase yang ‘menangani’ Super Junior langsung tancap gas kasih tahu dan buat pengumuman di akun-akun mereka (karena sebagian besar fanbase yang gw follow itu kebanyakan admin-nya orang Indonesia) kalau bakal ada Super Show 4 Jakarta!

Tapi, karena udah punya pengalaman ‘pahit’ sebelumnya tentang Super Show 4 Jakarta yang ternyata masih unconfirmed, dari jam 7 malem tadi masih banyak ELF yang mention berbagai fanbase untuk nanya apakah ini bener atau nggak (Sampe banyak banget fanbase-fanbase yang mencak-mencak karena udah dijelasin berulang kali tapi masih banyak banget ELF yang tanya soal kebenerannya). Dan karna saking penasarannya, gw coba untuk cari tahu sendiri (sebenernya karna gw sendiri mengharapkan Super Show 4 Jakarta siyh, hahahaha). Mmmm dari hasil penelusuran gw (jihhhh berasa wartawati inpotenmen deh hahaha), gw bisa ambil kesimpulan kalo ini menjurus BENAR!

Sebenernya udah dari sekitar 1 bulan lalu gw nyari tahu dengan mantengin tweet-tweet orang-orang yang kerja disalah satu promotor yang dalam waktu dekat ini juga bakal bawa EVANESCENCE (bener kagak tuh tulisannya? hahaha *maaf*) ke Jakarta. Dan hari ini gw dapet banyak bukti kalo sepertinya kemungkinan Super Show 4 Jakarta itu ADA. Dan yang paling bikin gw mikir adalah di webpage-nya malah ada polling bagi orang Indonesia untuk milih dimana venue yang bakal dipake untuk nyelenggarain Super Show 4 Jakarta. Kalo nggak salah (berarti bener ya haha) pilihannya ada Gandaria City, SSIC, GBK, Istora Senayan & MEIS Ancol. Dan terakhir yang gw lihat (waktu gw selesai ikutan polling juga maksudnya, hihihi), hasil polling yang terbesar milih GBK untuk venue Super Show 4 Jakarta (Gw siyh pertama kali nyadar langsung menggumam, mmm keren ya, udah kyk nonton bola karna GBK bisa nampung lebih dari 70.000 penonton. Tapi terus gw sadar lagi, ihhh masa GBK siyh. Di Stadion yang kelyatannya ‘biasa’ -kalo buat ukuran nonton konser lho ya, bukan untuk nonton bola-. Nggak bisa dibayangin deh kalo bener2 di GBK, disebelah mana niyh bakal dapet ‘nyamannya’ nonton konser artis dunia?? hmmm). Nah, gini aja deh, bagi yang penasaran, mendingan ikutan polling nya sendiri aja ya ^^

Terus di tweet @winzzdj (salah satu promotor) nulis:

9 hari lg menuju….. Countdown terooosss…. Jgn ragu2 berdoa…. Support semua promotor yg akan bawa #SS4INA

dan ada lagi tweet-nya yang nulis:

Misalnya neh nanti ada #SS4INA di jkt, venue mana yg enaknya buat konsernya… A. Meis, B. GBK, C. SICC… *3 venue pilihan 7 promotor*

selain itu, yang bikin penasaran adalah tweet ini:

Kepastiaan dh ada sebenernya, liat aja TL masing2 promotor yg pernah mention #SS4INA

dan banyak banget yang yakin sma tweet ini:

Satu hal yg pasti… Jgn tunggu di tgl 10 feb… Tunggu di tgl 13 feb,,, coz there’s gonna be a great present for Valentine’s eve present…

Banyak banget ELF yang yakin kalo arti dari tweet diatas adalah pengumuman bakal adanya Super Show 4 Jakarta atau tidak. Dan sebagian besar dari mereka -gw juga- (pengharapan besar sebenernya :p) percaya kalo bener-bener bakal ada yang namanya Super Junior World Tour – Super Show 4 live in Jakarta. Aminnnnnn….:)

Jadi, bagi yang masih penasaran apa bakal ada Super Show 4 Jakarta atau nggak, ya harus sabar nunggu sampe tgl 13 Februari. Nggak lama lagi juga kan?? ^^

~Annyeong~

I found new bestie on Twitter

Yihaaaaa… akhirnya gw punya blog baru lagi setelah lusicelico.wordpress.com ga bisa kebuka karna gw lupa passwordnya dan lebih parahnya gw lupa gw pke email yang mana untuk buat akun itu ,,hahaha

Just want to share something that a great friend could come anytime and suddenly, I think. It happened to me. Bermula dari gw suka baca FF-nya yg berjudul “…” (kasih taw nggak ya?? hihihi…), gw bisa nemuin cewek ‘somplak’ satu ini,, bahahaha…

Sebenernya kita mulai nyambung setelah sama-sama menyadari kalo kita y*****! (ga usah taw artinya, muahahaha) dan sama-sama ELF. Bedanya cuma karna dia suka Heenim, dan gw suka Kyuhyun (dan sayangnya dia ga suka Kyuhyun, hiks)

Namanya Reischy -baca: Reyci- (drpd ntar salah sebut kyk gw dulu yg manggil reski,,*berasa resky aditya* bahahaha), tp gw suka panggil dia Eicci (sebenernya ngikutin kakaknya,,haha), Nyonya Kim, Nyonya Park, Nona Kang, atau Minjoo-ah (semau gw aja deh maunya apa. /plak)

Dia lebih ‘tua’ 4 bulan dari gw -berarti dia 89 line- (kalo Eicci tahu gw bisa ditabok niyh lol), tapi waktu gw nawarin diri manggil dia eonni/kakak, dia-nya nolak *berasa muda tu bocah* bahahaha

Eicci sekarang tinggal di USA karna kuliah disana dan itulah kenapa gw kalo online bisa sampe subuh cuma buat mention-an sama dia seorang *ppoppo Eicci* 🙂 Biasanya di jam2 midnight, tab mention gw cuma penuh sama reply-an dari dia.

Anehnya, dari pertama kenal yang cuma ngomongin FF-nya, gw ngerasa nyaman bgt sama ni anak sampe2 kita mulai cerita2 hal-hal yg ga penting sekaligus! *kebanyakannya siyh ya pasti yg ga pentingnya daripada yg pentingnya.. hahahaha* and you guys know what? WE’RE ALMOST ALL THE SAME! <—- Ini tweet-nya Eicci sendiri sebenernya hahaha…. Selain sama-sama y*****, sama-sama ELF, ternyata kita sama-sama suka the real JB alias Jonas Brothers! dan sebenernya saking banyaknya kesamaan kita, gw sampe lupa, apa lagi ya kesamaan gw sama ni anak???? hahhaha

Dan asal anda semua tahu, topik paling sering dan paling gw suka kalo lagi meng’gila’ sama Eicci adalah ngomongin Oppa! hahaha… Oppa yang tak lain dan tak bukan adalah pacar sah-nya si Eicci ini orangnya luarrrrr biasa baiknyaaaaaa… sampe2 gw jatuh hati! *eh* *ditabok Eicci* hahahaha… Gw yang sebelumnya cuma taw kalo cowok2 Korea itu agak Jaim dan ‘kurang bersahabat’, karna Oppa kesayangan gw inilah, mindset gw berubah 180 derajat!!! Oppa adalah orang asli Korea, tapi dari pertama kali mention dia, Oppa balesnya pake kata2 yang bikin adem bgt —-> “Let’s keep be friends!” 🙂 wuihhhh gw demen bgt dah sama Oppa ^^ :p

Dan untungnya, Eicci bukan tipe pemarah atau pencemburu kalo gw udh ngungkit2 si Oppa. Dia malah dengan baik hatinya ngasih taw gw banyak hal tentang si tuan muda Park yang satu itu dan bahkan ngirim private email ke gw yang isinya “….” (bahahahaha ga kasih taw ah, biar penasaran, hihihihi).. dan saudara-saudara sekalian harus tahu, setiap kali gw dapet balesan mention dari Oppa, gw ngerasa kyk dibales mention-nya sama Cho Kyuhyun, bias gw yg evil bgt itu -_- Bahkan gw sampe ga berenti senyum2 sendiri waktu Eicci cerita kalo Oppa nanya2 ga jelas ttg gw waktu mereka webcam-an. Buseettttt gw ngerasa ditanyain Sungjin, chyyyyyyy….. bwahahahahhahahaha

Dan yang paling gw suka dari dia adalah NAMANYA! dia ini orangnya misterius bin ajaib,, ngenalin ke org2 di twitter jarang bgt pke nama asli, dan gw adalah salah satu yg beruntung (?) bisa taw namanya dan juga berhasil minta dia -maksa siyh sbenernya lol- buat nunjukin fotonya! hihihi (secara orgnya ga pernah ngelyatin mukanya, mamennnn *jihhh gw ketularan Eicci* hahaha) Gw sampe udah bilang sama dia, kalo gw punya anak cwe, namanya juga harus Edelle Reischy! lucu ya kalo future, Little Reischy ketemu Aunty Reischy,,, bahahahaha *ngakak gw bayanginnya* 😀

Mmmm satu hal ya, Eicci ga suka sama yang namanya Choi Siwon! Padahal Kakak dan Mamanya segitu jatuh hatinya sama si Kuda satu itu *eh* *digaplok Siwon*. Tapi ni bocah tetep aja pedeessss bgt komen2nya kalo udh soal Siwon. Jadi bagi temen-temen para Siwonest, mendingan jangan deket2 ni bocah deh kalo ga mau sakit ati. hahahaha

Terlepas dari apapun itu namanya, I’m so glad to have a new bestfriend like you, chy! It is like a gift for me. We don’t see eye to eye before *berasa lagunya Joe Jonas hahaha*, but I really comfort to talk with you eeeeverytime! Love love love… *kisses* *jangan ditabok hahaha*

Gw udah ga konsen nulisnya niyh gara2 digangguin Eicci di twitter yang katanya ga bisa tidur gara2 deg2an ngebayangin besok ketemu Eunhyuk di SS4 Taipei! hahaha… Sana gih tidur, udah hampir jam 2 pagi di Taiwan ^^ love you Eicciiiiiiii ^.^ *kecup basah*

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.